Geco, Tauge Tauco Khas Cianjur Rasanya Menggoda

Jika ke Cianjur jangan lupa mencoba Geco. Makanan yang merupakan singkatan dari tauge dan tauco ini diklaim menjadi makanan khas Cianjur

Geco, Tauge Tauco Khas Cianjur Rasanya Menggoda
TRIBUN JABAR/ Teuku Muh. Guci Syaifudin
Masakan khas Cianjur toge tauco (Geco) Nusasari Pa Iding di Jalan Siti Jenab No 24, Kecamatan Ciajur, Kabupaten Cianjur, Selasa (23/4/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - JIKA berkunjung ke Kabupaten Cianjur jangan lupa mencoba Geco. Makanan yang merupakan singkatan dari tauge dan tauco ini diklaim menjadi makanan khas Cianjur yang rasanya cukup menggoda lidah.

Maklum ciri khas dari makanan ini adalah lumuran tauco yang merupakan bumbu makanan khas dari Cianjur. Bumbu tauco geco sendiri terbuat dari biji kedelai yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi).

Fermentasi tauco dengan direndam dengan air garam, kemudian dijemur pada terik matahari selama beberapa minggu sampai keluar aroma yang khas tauco atau rendaman berubah menjadi warna coklat kemerahan.

Di Kabupaten Cianjur, Geco Nusasari, Pa Iding (57) mungkin satu-satunya  yang masih menjajakan penganan tradisional khas Cianjur ini. Meski jadi makanan khas dan cukup tersohor pada era 70-an, saat ini sulit menemui penjaja geco selain Pa Iding di Kabupaten Cianjur.

Tanpa mengubah aspek tradisional, Iding menjual geco racikannya menggunakan gerobak berwarna biru. Mengandalkan tempat berukuran 3 x 3 meter di depan garasi rumah yang tak berpenghuni, Pa Iding mendirikan tenda kecil agar memberikan rasa nyaman para pembelinya.

Meski hanya mampu menampung sekitar enam orang, banyak pembeli yang keluar masuk ke warung milik Pa Iding. Tak jarang pula Iding menerima pesanan geco sampai puluhan bungkus lantaran keterbatasan tempat.

"Geco memang makanan khas Cianjur. Mulai dari bupati sampai tukang becak menikmati dan pernah merasakan makanan ini," kata Iding kepada Tribun, Selasa (23/4/2013).

Pa Iding mengaku memulai usaha ini sejak tahun 2001. Ia melanjutkan usaha turun-temurun ayahnya yang telah mulai berjualan sejak tahun 1949. Dikatakan Pa Iding, resep makanan ini pun diperolehnya dari Alm Abdurahman, bapak kandungnya.

"Awalnya geco ini dijajakan berkeliling dari kantor bupati, masjid agung, sampai pasar bojongmeron. Dulu berjualannya juga belum pakai gerobak seperti ini, lebih tradisional lagi karena masih menggunakan panggul," kata Iding.

Lantaran pelangganannya mulai banyak, ujar Iding, sang ayah memutuskan berjualan menetap. Meski kerap berpindah-pindah akibat dampak dari pembangunan Kabupaten Cianjur, para pelanggan tak melupakan kekhasan geco Abdurahman yang kini diteruskan Pa Iding.

"Yang menjadi khasnya geco ini dan tidak pernah ditinggalkan para pembeli adalah tauco dan cuka lahang. Karena itu saya selalu sediakan cuka lahang di meja jika para pembeli ingin menambah rasa cuka," kata Iding.

Sepiring Geco terdiri dari irisan ketupat, rebusan tauge, mi sagu, dengan siraman bumbu tauco ditumis bersama tomat, daun bawang, cabai, udang, dan kacang. Ditambah lagi dengan cuka lahang yang diperoleh dari nira aren ataupun kelapa. Di atasnya diberi topping irisan kentang goreng, tahu goreng  dan telur rebus.

"Untuk bahan-bahannya memang kebanyakan titipan atau ada yang membuatkkan. Tapi kalau  tauconya khas buatan  saya dari resep turun temurun," kata Pa Iding.

Geco Pa Iding ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 pagi sampai Magrib atau sampai dagangannya ludes terjual. Ia hanya menyediakan 150 porsi geco setiap harinya. Beruntung jumlah porsi tersebut ludes sebelum magrib. Setiap harinya ia bisa mengantongi keuntungan Rp 400 ribu. "Seporsinya Rp 7 ribu. Kalau pakai irisan telor Rp 9 ribu," kata Iding

Tags
Cianjur
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved