Sabtu, 23 Mei 2015
Tribunnews.com

Kain Lunggi Kalimantan Barat Jadi Dress nan Edgy

Selasa, 14 Mei 2013 08:01 WIB

Kain Lunggi Kalimantan Barat Jadi Dress nan Edgy
TRIBUN JAKARTA/DANIEL NGANTUNG
Didi Budiardjo mengeksplorasi lunggi yaitu songket khas Sambas, Kalimantan Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbicara soal kain tradisional, biasanya yang pertama terbesit di benak adalah batik. Anggapan ini tak sepenuhnya benar, karena masih banyak kain Nusantara lainnya yang layak dieksplor.

Inilah yang ingin disampaikan 10 desainer mode anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) dalam parade "Kain Negeri" di Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) 2013, Senin (13/5/2013) malam.

Desainer mode Didi Budiardjo adalah salah satu desainer IPMI yang berkesempatan memamerkan karyanya.
Kali ini desainer yang gemar berpakain serba hitam itu mengeksplorasi lunggi yaitu songket khas Sambas, Kalimantan Barat.

"Biasanya lunggi berwarna emas. Tapi saya ingin sesuatu yang berbeda. Akhirnya saya pesan ke perajin lunggi berwarna silver," kata Didi saat jumpa pers sebelum Parade "Kain Negeri" sebelum pagelaran.

Sama seperti songket kebanyakan, lunggi memiliki tekstur yang mengkilap. Namun lunggi tidak terlalu kaku. Motifnya geometris dengan pengaruh kerajaan Majapahit.

Dari tiga look yang ditampilkan, seluruhnya serba hitam dan kelam. Namun sentuhan mewah tetap terasa berkat warna lunggi yang mengkilap.

Halaman12
Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas