Semakin Banyak Istri Jadi Tulang Punggung Ekonomi Keluarga

Dulu, perempuan berkeluarga yang sambil bekerja, dianggap cuma sebagai penunjang penghasilan suami.

Semakin Banyak Istri Jadi Tulang Punggung Ekonomi Keluarga
NET
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM - Dulu, perempuan berkeluarga yang sambil bekerja, dianggap cuma sebagai penunjang penghasilan suami.

Fenomena sekarang, semakin banyak perempuan yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. Setidaknya, itu terjadi di Amerika Serikat (AS).

Menurut analisis terbaru dari Pew Research Center, ibu bekerja saat ini berjumlah 40 persen dari seluruh ibu rumah tangga di AS, dengan anak yang masih di bawah usia 18 tahun. Perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 1960, yang hanya berjumlah 11 persen.

Namun, bukan berarti fenomena ini terjadi di seluruh AS. Karena, sebagian masyarakat masih apatis mengenai ibu yang bekerja. Berikut fakta ibu yang menjadi sumber penghasilan utama dalam keluarga:

1. Kebanyakan orangtua tunggal

Saat ini ada 5,1 juta perempuan yang telah menikah, memiliki pendapatan yang lebih tinggi daripada suami mereka.

Berdasarkan hasil analisa Pew, 37 persen dari keseluruhan ibu bekerja yang menjadi pencari nafkah untuk keluarganya, merupakan ibu tunggal (orangtua tunggal).

2. Pasangan memiliki pendapatan lebih besar jika istri menjadi pencari nafkah utama

Pew menemukan total pendapatan keluarga yang lebih tinggi jika seorang istri menjadi pencari nafkah utama. Pew mencatat, pada 2011, total pendapatan keluarga mencapai 80 ribu dolar AS, ketika seorang istri memiliki pendapatan yang lebih tinggi dari suami.

Total pendapatan tersebut kira-kira lebih tinggi 2.000 dolar AS dibanding jika suami yang menjadi pencari nafkah utama dengan gaji yang lebih tinggi, dan 10 ribu dolar AS lebih besar dari total pendapatan jika suami istri mendapat pendapatan yang sama.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help