• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribunnews.com

Semakin Banyak Istri Jadi Tulang Punggung Ekonomi Keluarga

Jumat, 31 Mei 2013 02:41 WIB
Semakin Banyak Istri Jadi Tulang Punggung Ekonomi Keluarga
NET
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM - Dulu, perempuan berkeluarga yang sambil bekerja, dianggap cuma sebagai penunjang penghasilan suami.

Fenomena sekarang, semakin banyak perempuan yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. Setidaknya, itu terjadi di Amerika Serikat (AS).

Menurut analisis terbaru dari Pew Research Center, ibu bekerja saat ini berjumlah 40 persen dari seluruh ibu rumah tangga di AS, dengan anak yang masih di bawah usia 18 tahun. Perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 1960, yang hanya berjumlah 11 persen.

Namun, bukan berarti fenomena ini terjadi di seluruh AS. Karena, sebagian masyarakat masih apatis mengenai ibu yang bekerja. Berikut fakta ibu yang menjadi sumber penghasilan utama dalam keluarga:

1. Kebanyakan orangtua tunggal

Saat ini ada 5,1 juta perempuan yang telah menikah, memiliki pendapatan yang lebih tinggi daripada suami mereka.

Berdasarkan hasil analisa Pew, 37 persen dari keseluruhan ibu bekerja yang menjadi pencari nafkah untuk keluarganya, merupakan ibu tunggal (orangtua tunggal).

2. Pasangan memiliki pendapatan lebih besar jika istri menjadi pencari nafkah utama

Pew menemukan total pendapatan keluarga yang lebih tinggi jika seorang istri menjadi pencari nafkah utama. Pew mencatat, pada 2011, total pendapatan keluarga mencapai 80 ribu dolar AS, ketika seorang istri memiliki pendapatan yang lebih tinggi dari suami.

Total pendapatan tersebut kira-kira lebih tinggi 2.000 dolar AS dibanding jika suami yang menjadi pencari nafkah utama dengan gaji yang lebih tinggi, dan 10 ribu dolar AS lebih besar dari total pendapatan jika suami istri mendapat pendapatan yang sama.

3. Perempuan masih dianggap tabu di luar rumah

Hasil analisa menunjukkan angka yang masih ambigu terhadap ibu yang bekerja. Hasil survei menunjukkan, 79 persen responden menolak perempuan yang harus kembali ke peran tradisional mereka di rumah. Lalu, 63 persen tidak setuju bahwa pernikahan akan lebih baik jika suami memiliki pendapatan lebih tinggi.

Namun, di saat bersamaan, 51 persen mengatakan bahwa anak-anak tumbuh lebih baik jika ibunya berada di rumah. 57 persen pria mengatakan anak-anak tumbuh lebih baik jika ibu mereka tinggal di rumah, dan 45 persen wanita mengatakan hal yang sama.

4. Ibu rumah tangga memiliki pendidikan lebih baik daripada suami

Tingkat pendidikan terhadap perempuan terus tumbuh. Pada 2011, 23 persen perempuan menikah memiliki pendidikan lebih tinggi dibanding pasangan mereka, naik drastis dari tahun 1960 yang hanya 7 persen.

5. Kekhawatiran mengenai orangtua tunggal memudar

Jumlah ibu tunggal tanpa menikah meningkat menjadi 44 persen pada 2011, meningkat drastis dari hanya tujuh persen di tahun 1960.

Sebesar 42 persen orang dewasa yang berusia di bawah 30 tahun, menganggap menjadi ibu tunggal merupakan masalah besar.

Laporan hasil survei Pew ini didasarkan pada data analisis Sensus Biro AS yang dilakukan pada April lalu, dengan mengambil sampel 1.003 orang dewasa yang diwawancara melalui telepon. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1850062 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas