• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Tradition Revolution, Tren Busana Muslim 2014

Sabtu, 8 Juni 2013 10:32 WIB
Tradition Revolution, Tren Busana Muslim 2014
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pengunjung mengamati koleksi busana muslim yang dipamerkan di Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2013 di Balai Sidang Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2013). Sekitar 182 brand memeriahkan pameran busana muslim yang memberikan kesempatan para desainer Indonesia untuk menampilkan koleksi busana muslim bernuansa lokal sesuai tema tahun ini, Style Unlimited. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fashion adalah karya seni. Dalam mendesain busana, bebas berekspresi dan berkreasi itu penting. Selain itu desainer juga harus peka terhadap perkembangan fashion dunia supaya karya mereka dapat lebih mudah diterima masyarakat.

Lantas, tren apa saja yang berlaku tahun depan?

Riset terbaru BD+A Design, sebuah lembaga konsultasi desain multi disiplin, didukung Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), mengungkap tren 2014 yaitu "Tradition Revolution" yang terbagi menjadi empat tema: Demotic, Cardiomind, Sagacity, dan Asylum.

"Tren 2014 sangat cocok buat para desainer untuk bereksplorasi dengan kain-kain tradisional Indonesia," ujar Dina saat workshop "Tren 2014".

Berikut ulasan empat tema dalam Tradition Revolution:

1. Demotic
Tema tren ini dipengaruhi nuansa Afrika dan Timur Tengah. Nuansa tribal sangat mendominasi dengan corak dan warna-warnanya yang khas. Demotic terbagi lagi menjadi tiga:

- Totem
Nuansa tribal yang simpel dengan permainan motif. "Kalau dulu trennya color blocking, kalau 2014 adalah pattern blocking," ujar Dina.

- Luxor
Siluetnya monumental dan tegas, misal bagian panggul diperbesar dan padding bervolume.

- Indigen
Diambil dari kata indigenous, subtema tren ini memadukan siluet masa lalu, tapi bermain dengan gaya masa sekarang.

2. Cardio Mind
Tema ini dipengaruhi oleh berkembangnya kelompok orang-orang yang mementingkan pola hidup sehat. Palet warna-warna bersih dan sejuk seperti biru dan oranye memengaruhi tren ini.

Sama seperti Demotic, tren ini terbagi menjadi tiga:

- Hitec Naval
Tren ini menghadirkan unsur kelautan yang dipadukan elemen-elemen modern, cenderung transpalant look.

- Matrix
Tren ini muncul seiring perkembangan zaman yang menuntut masyarakat untuk tampil lebih praktis dan efisien. "Ada unsur presisi dan distorsi," kata Dina.

- Machina
Kedinamisan dalam unsur maskulin yang dominan mengarah pada tema ini.

"Dalam tema ini, busana muslim jadi lebih dinamis dan energik. Berbagai baju olahraga bisa jadi inspirasi," jelas Dina.

3. Sagacity

Dalam tren ini, tema-tema kerajaan begitu kuat. Palet warna seputar warna-warna logam, tembaga, dan batu-batuan.

Ada tiga subtren Sagacity:

- Imperium
Terinspirasi dari kerajaan-kerajaan dunia, Imperium menawarkan desain klasik nan elegan.

- Courteous
Tren ini mengangkat desain-desain dengan siluet yang monumental, aksen bervolume, ber-layer, atau tertutup seperti kimono.

- Vocalize
Terpengaruh kekayaan alam Asia, warna-warna yang digunakan adalah warna-warna alam.

4. Asylum

Tema tren ini memberi kebebasan penuh para desainer untuk berekspresi dengan mengombinasikam segala warna, terang dan gelap.

"Kesan yang hadir sangat kekanak-kanakan dan agak norak tapi tetap terasa artsy," ujar Dina.

Ada empat subtema dalam tren ini:

- Artivist
Terinspirasi dari seni-seni poster dengan keseimbangan yang muncul dari permainan pola asimetris.

- Kitsch Garden
Permainan pola dan warna yang lebih playful, cenderung norak. "Tapi bagaimana membungkus kenorakan itu menjadi enak dipandang," tutur Dina.

- Canvas
Desain lebih ekspresif, namun tetap terpola.

- Soul Repair
Menawarkan tema preservasi dari barang usang dan vintage yang direparasi menjadi hal baru dengan warna-warna cerah. (daniel ngantung)

Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1882102 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas