Jangan Pakai Baju Putih Saat Makan Kepiting

Mengenakan baju putih saat menikmati hidangan kepiting? Tentu bukanlah keputusan yang tepat.

Jangan Pakai Baju Putih Saat Makan Kepiting
KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI
Sajian Kepiting di The Holy Crab 

 
KOMPAS.com – Sulitnya makan kepiting kadang membuat orang malas untuk menikmati hidangan dengan cangkang keras yang satu ini. Tapi benarkah sesulit itu untuk menikmatinya? Coba tips ini untuk memudahkan Anda saat menikmatinya.

Ada baiknya sebelum menikmati kepiting, lapisi meja makan dengan lapisan plastik bersih atau koran agar lebih mudah. Selain bermanfaat untuk meminimalisir bumbu kepiting yang menetes dan juga bau amis di meja, lapisan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pembungkus cangkang dan capit kepiting selesai Anda menyantapnya.

Mengenakan baju putih saat menikmati hidangan kepiting? Tentu bukanlah keputusan yang tepat. Bumbu dan air dari sari kepiting bekas rebusannya gambang sekali menetes ketika dinikmati apalagi saat Anda mencoba membuka cangkang-cangkangnya. Cairan tersebut bisa meninggalkan warna di pakaian Anda. Untuk itu lah pakai baju dengan bahan kaos berwarna sedikit gelap saat menikmati kepiting.

Bagi Executive Chef The Holy Crab, Albert Wijaya, sendok dan garpu merupakan kesalahan besar saat menikmati kepiting. Keberadaan peralatan makan ini tidak memudahkan Anda. Sebaliknya, hanya tangan yang lebih tahu bagaimana menaklukkan cangkang dan capit kepiting tersebut. “Satu-satunya alat pembantu ialah pemecah cangkang dan capit yang biasa disediakan saat berada di restoran saat memesan menu kepiting. Bantuan utama tetap berasal dari tangan dan sedikit gigitan. Kalau urusan mau menikmati yang mana dulu bebas saja. Tapi kalau bagi saya yang sangat menyukai kepiting, bagian dada paling enak,” tambahnya.

Kalau diperhatikan cangkang besar di bagian bawah capit kepiting adalah yang paling mudah dipecahkan. Kalau mau Anda dapat menikmati yang ini lebih dahulu, setelah itu nikmati capit tipis bagian atasnya. Cukup digigit saja tak perlu memakai alat pemecah. Sedangkan bagian dada lebih lembut, sehingga hanya dengan menggigitnya saja, daging kepiting sudah dapat dinikmati. Bagian ini juga menjadi bagian yang paling banyak dagingnya.
 

Menurut Albert, yang juga penggemar hidangan kepiting, kebiasaan menikmati makanan yang satu ini dapat mempengaruhi kemudahan saat melepaskan cangkang-cangkang keras kepiting. “Selain alat pemecah cangkang yang dapat memudahkan saat makan kepiting, kebiasaan dan tingkat keseringan makan menjadi parameter kemudahan untuk membukanya. Kalau mau bersih mungkin sulit tapi semakin biasa akan semakin mudah dan semakin bersih makannya.

Tags
Kepiting
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved