Ini Pentingnya Sarapan Dilakukan Sebelum Pukul 9 Pagi

Kenapa harus sarapan sebelum jam 9 ? Karena saat tidur metabolisme tubuh tetap bekerja, sementara asupan energi berkurang.

Ini Pentingnya Sarapan Dilakukan Sebelum Pukul 9 Pagi
Ist

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNNEWS.COM. SEMARANG - Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia bersama Energen - Mayora Nutrition mengkampanyekan Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9, di Stadion Diponegoro Semarang, Minggu (29/11).

"Kenapa harus sarapan sebelum jam 9 ? Karena saat tidur metabolisme tubuh tetap bekerja, sementara asupan energi berkurang. Makanya, sebelum beraktivitas butuh sarapan terlebih dulu," kata Assistant Brand Manager Energen Melatie Emmanuelle.

Ia mengatakan sarapan saja juga tidak cukup kalau makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi nutrisi menyehatkan yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

"Kami ingin semakin banyak keluarga membiasakan sarapan yang menyehatkan, seperti Energen yang memiliki kandungan yang mencukupi kebutuhan nutrisi, seperti susu, telur, sereal, dan 'sigmafit'," katanya.

Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, Ms menegaskan sarapan sehat bukan hanya mencegah rasa lapar tetapi juga harus memenuhi kebutuhan gizi harian.

"Sarapan harus dilaksanakan sebelum jam 9 pagi. karena tubuh anak membutuhkan penambahan energi setelah puasa 8-10 jam pada saat tidur. Kebiasaan n sarapan sehat terbukti membantu anak fokus belajar dan berprestasi," paparnya.

Sementara itu, Agus Sartono, pengurus Pergizi Pangan Jawa Tengah menyebutkan tujuh dari 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan yang memengaruhi kemampuan menangkap pelajaran dan aktivitas fisik.

Menurut Agus kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sarapan sehat sebelum pukul 09.00 WIB harus terus digalakkan.

"Kebanyakan orang tua sekarang kan sibuk, anak-anak juga sibuk, tidak sempat sarapan. Akhirnya, memilih sarapan cepat, seperti mengonsumi mi instan tanpa dilengkapi lauk pauk yang bergizi," katanya.

Kalau kebiasaan sarapan kurang bergizi atau tidak sarapan itu tidak segera dibenahi, kata Agus, Indonesia akan tertinggal dari negara-negara tetangga dalam menciptakan generasi tangguh. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved