Warna Kulit di Sekitar Organ Intim Berubah, Tak Perlu Cemas, Coba Treatment Ini

Timbulnya perubahan warna pada kulit tentu sangat tidak disukai para wanita.

Warna Kulit di Sekitar Organ Intim Berubah, Tak Perlu Cemas, Coba Treatment Ini
Thinkstockphotos
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Timbulnya perubahan warna pada kulit tentu sangat tidak disukai para wanita. Apalagi perubahan warna itu terjadi di daerah sensitif kewanitaan. 

Padahal, perubahan warna sebagai tanda penuaan dini pada kulit itu wajar terjadi, terutama bagi mereka yang tinggal di iklim tropis.

“Kondisi ini makin cepat terjadi pada mereka yang suka menahan buang air kecil. Biasanya karena alasan susah buka baju sehingga lebih suka menahan keinginan ke kamar mandi,” kata Dr Fanny Imannuddin dari Puraforma Clinic.

Perubahan warna kulit ini, lanjut Fanny, juga bisa terjadi lantaran jarang ganti pakaian dalam.

Jika hal tersebut dilakukan terus menerus pasti bakal menimbulkan iritasi ringan pada kulit, dan efek berikutnya adalah kulit berubah jadi lebih gelap.

Selain terjadi pada daerah intim, perubahan warna kulit ini bisa pula terjadi pada area bawah ketiak, leher, puting payudara, dan siku.

“Bagi wanita aktif, kondisi ini tentu menimbulkan rasa tidak percaya diri saat berada di lingkungan orang banyak,” katanya.

Kondisi yang membuat tidak nyaman dan mengurangi rasa percaya diri itu bisa diatasi menggunakan teknologi Pink Intimate System.

Treatment ini bisa menjadi solusi non invasif yang ideal untuk mendapatkan kembali kemudaan dan pengencangan yang berkurang karena bertambahnya usia seseorang.

Puraforma Pink intimate System menggabungkan bahan medical peeling yang aman yaitu MCA, kojic acid, glutathione, dan rucinol.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help