Duh Anakku Doyan Ngoceh, Apa-apa Dikomentari! Tenang Bunda, Ini Trik Pintar Mengasuhnya

Anak yang baru saja mengenal kosakata baru dibarengi dengan perkembangan otak yang semakin pesat, membuatnya kerap kali berbicara terus menerus.

Duh Anakku Doyan Ngoceh, Apa-apa Dikomentari! Tenang Bunda, Ini Trik Pintar Mengasuhnya
net
Ilustrasi 

 TRIBUNNEWS.COM - Dikit-dikit ngoceh, apa-apa dikomentari. Duh, kenapa si kecil sangat cerewet sekali ya?

Anak yang baru saja mengenal kosakata baru dibarengi dengan perkembangan otak yang semakin pesat, membuatnya kerap kali berbicara terus menerus.

Ibu sebenarnya tak perlu khawatir dengan anak yang cerewet.

Hal ini lebih "menguntungkan". Mengapa demikian?

Sebuah studi oleh University of Miami di Amerika Serikat menunjukkan bahwa anak pemalu ternyata memiliki masalah akademis yang lebih besar daripada anak yang cerewet.

Studi yang dipublikasikan oleh Journal of School Psychology juga menemukan bahwa perilaku pemalu bisa berdampak pada keterampilan akademis yang rendah.

Sebaliknya, anak yang cerewet cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam bersosialisasi dan memiliki kemampuan akademis yang lebih baik.

Anak-anak yang cerewet rata-rata memiliki kualitas yang baik. Si kecil cenderung menggambarkan anak-anak yang ramah, cerdas dan terbuka.

Sayangnya, mereka sulit untuk mendengarkan atau diam dan cenderung mengganggu orang lain.

Misalnya saja saat bersosialisasi, mereka cenderung mendominasi dan tidak membiarkan orang lain berbicara.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help