Duh, Masih Batita Anakku Kok Suka Usil Ya! Bagaimana Menghadapinya?

Keusilan batita merupakan hal yang wajar dan masih ditolerir jika hal tersebut tidak membahayakan dirinya dan lingkungan.

Duh, Masih Batita Anakku Kok Suka Usil Ya! Bagaimana Menghadapinya?
instagram

TRIBUNNEWS.COM - "Duh, anakku masih batita kok sudah kelihatan usilnya ya?" ungkap seorang ibu yang curhat soal tingkah buah hatinya.

Haruskah bunda stres atau justru senang dengan tingkah si batita?

Menurut Endang Fourianalistyawati, M. Psi, Dosen dan Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Jakarta, keusilan batita merupakan hal yang wajar dan masih ditolerir jika hal tersebut tidak membahayakan dirinya dan lingkungan.

Kondisi yang membahayakan tersebut biasanya terkait dengan listrik, api, daerah yang rawan kecelakaan seperti tepi sungai atau jalan, dan sebagainya.

Jika sudah menyangkut keselamatan, maka orangtua perlu segera menghentikan.

Endang menambahkan, "Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jika keusilan batita berhubungan dengan norma kesopanan dan tata krama setempat, sebaiknya orangtua juga segera memberitahu si kecil untuk menghentikan keusilannya."

Ya, meskipun keusilan mengindikasi kemajuan kognitif dan kreativitas, batita yang usil memang tetap memerlukan arahan dari keluarga, agar keusilannya tidak berlanjut menjadi hal-hal yang diinginkan, bahkan membahayakan si anak.

Contohnya, jika usil yang sifatnya membahayakan anak didiamkan, maka dapat menjurus pada hal-hal yang justru kontraproduktif untuk anak.

Selain terkena bahaya, misalnya, anak berpotensi dijauhi oleh teman-teman dan lingkungan yang merasa terganggu oleh perilakunya.

Bila hal ini terjadi, menurut Endang, anak justru akan semakin mengembangkan sikap usil yang mengarah pada egois. Orangtua tentu tak ingin buah hatinya mengalami hal ini, bukan? Seperti dijelaskan Endang yang termuat di Tabloid Nakita 846, mengatasi keusilan batita perlu melihat penyebabnya dulu. Berikut penyebab dan solusinya;

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help