Adopsi Konsep Tata Kota New York, Meikarta jadi Angin Segar Properti Indonesia

Besarnya jumlah pekerja di Cikarang dan sekitarnya menyebabkan tingginya kebutuhan hunian yang dekat dengan kawasan industri.

Adopsi Konsep Tata Kota New York, Meikarta jadi Angin Segar Properti Indonesia
dok. Meikarta
Ilustrasi Grid System City Meikarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Besarnya jumlah pekerja di Cikarang dan sekitarnya menyebabkan tingginya kebutuhan hunian yang dekat dengan kawasan industri. 

CEO Lippo Group James Riady mengatakan, 60 persen perekonomian nasional berpusat di Cikarang.

"Ribuan perusahaan perusahaan raksasa nasional dan multi-nasional berbasis di koridor ini dengan ratusan ribu staf dan karyawan serta jutaan pekerja. Di sinilah pusatnya," ujar James seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (4/5/2017).

Kehadiran Meikarta yang dibangun di jantung kawasan industri Indonesia itu seperti memberi angin segar pada para pekerja, yang memang membutuhkan hunian nyaman dan strategis.

Bagaimana tidak, Lippo Group tengah membangun kota baru berskala internasional dengan jumlah hunian yang cukup signifikan. Apartemen lengkap dengan fasilitas pendidikan, pusat kesehatan, pusat perbelanjaan, bahkan rumah ibadah akan dibangun di Cikarang.

Proyek ini merupakan inisiatif besar dari Lippo membangun kota Jakarta baru. Pembangunan kota baru dengan nilai investasi Rp 278 triliun ini memiliki konsep berbeda dibanding Lippo Karawaci maupun Lippo Cikarang.

Meikarta yang terletak dekat dengan kawasan industri Cikarang itu dirancang dengan konsep hijau. Lippo tak segan mengadopsi konsep Kota New York  yang terkenal dengan dua sistem, yakni traffic efficient grid system dan central park.

Kota baru Meikarta di Cikarang menawarkan fasilitas dan infrastruktur yang menunjang aktivitas para penghuninya. Kebutuhan akan ruang terbuka hijau dipenuhi dengan adanya taman kota di kota baru Meikarta.
Kota baru Meikarta di Cikarang menawarkan fasilitas dan infrastruktur yang menunjang aktivitas para penghuninya. Kebutuhan akan ruang terbuka hijau dipenuhi dengan adanya taman kota di kota baru Meikarta.

Kota baru Meikarta di Cikarang menawarkan fasilitas dan infrastruktur yang menunjang aktivitas para penghuninya. Kebutuhan akan ruang terbuka hijau dipenuhi dengan adanya taman kota di kota baru Meikarta.

Meikarta telah membangun central park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track. Ruang terbuka hijau itu sangat tepat dimanfaatkan untuk bersosialisasi, rekreasi dan bersantai bagi keluarga yang tinggal di sana.

Selain taman yang luas, kawasan itu juga memiliki danau seluas 25 hektar yang bisa dinikmati sebagai sarana rekreasi. Danau tersebut mampu menampung 300 ribu meter kubik air yang  bisa digunakan sebagai reservoir penanggulangan banjir.  

Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018. Apartemen dibangun dengan desain beragam yang sesuai dengan selera para penghuni. Tipenya berbeda-beda, mulai dari gaya Amerika, Eropa, Asia, hingga Modern.

Bahkan, Langham Hospitality Group, perusahaan asal London, Inggris, telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Meikarta untuk menjadi operator hotel di kawasan Meikarta.

Di sana akan dibangun International Exhibition and Convention Center berkapasitas 200 ribu orang serta Opera Theatre and Art Centre.

Lippo Group menyiapkan transportasi internal, yaitu APM (Automated People Mover) yang dapat menghubungkan semua bagian titik di Meikarta. Sehingga, penghuni bisa dengan mudah mencapai berbagai pusat kegiatan.

Kota baru di Cikarang itu sangat strategis dengan adanya sejumlah pembangunan infrastruktur di sekitarnya, seperti kereta cepat Jakarta-Bandung dengan Cikarang sebagai salah satu titik pemberhentian, pembangunan Pelabuhan Patimbang di Subang, Bandara Kertajati di Majalengka, monorail, dan jalan tol melayang Jakarta-Cikampek II.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kota Baru Meikarta Mengadopsi Konsep Tata Kota New York.

Editor: Advertorial
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help