Drama Korea Masih Merajai Serial dan Film yang Diminati Masyarakat Indonesia

Terbukti dari banyaknya serial dan film Asia yang menarik perhatian para pecinta tayangan audiovisual itu.

Drama Korea Masih Merajai Serial dan Film yang Diminati Masyarakat Indonesia
Tribunnews.com / Fitri Wulandari
Head of Marketing & Ad Sales Viu Indonesia, Myra Suraryo (tengah), saat ditemui dalam konferensi pers peluncuran serial drama 'YOLO (You Only Live Once)' kerjasama Viu Indonesia dan Lazada, yang digelar di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri perfilman Asia memang tengah berkembang pesat.

Terbukti dari banyaknya serial dan film Asia yang menarik perhatian para pecinta tayangan audiovisual itu.

Momen tersebut pun semakin membuat layanan video terkemuka Viu Indonesia turut ambil bagian dalam menggaet minat nonton masyarakat Indonesia.

Menurut Head of Marketing & Ad Sales Viu Indonesia, Myra Suraryo, serial drama dan film yang paling banyak diminati dan menempati rating tertinggi dalam layanan Viu Indonesia berasal dari negeri ginseng, Korea Selatan.

Baca: Masyarakat Ternyata Paling Minat Tonton Drama Indonesia, Korea dan Thailand

"Saat ini yang paling banyak ditonton tentunya Korea ya," ujar Myra, saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).

Sedangkan negara sendiri, Indonesia, menempati urutan kedua dalam menarik minat para pecinta serial dan film Asia.

"Nomor duanya adalah original Viu yang (serial) Indonesia sendiri," jelas Myra.

Myra kemudian menyebut serial India juga berhasil mencuri perhatian para pecinta drama.

Satu diantaranya film bergenre horror, Gehraiyaan.

Baca: Pengadilan Tinggi DKI Perberat Uang Pengganti Terdakwa e-KTP Irman dan Sugiharto

"Sama original Viu yang India juga, itu horror juga (yang diminati), (judulnya) Gehraiyaan," tegas Myra.

Kendati demikian, serial dan film dari negeri gajah putih, Thailand, juga tidak kalah diminati masyarakat Indonesia pengguna setia layanan video Viu Indonesia.

"Serial dan film Thailand itu lagi tren juga," kata Myra.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help