Gunakan Bahan Mudah Serap Keringat, Jenahara Sesuaikan Rancangannya untuk Pasar Indonesia

Bahan tersebut harus mudah menyerap keringat, karena Indonesia beriklim tropis.

Gunakan Bahan Mudah Serap Keringat, Jenahara Sesuaikan Rancangannya untuk Pasar Indonesia
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Desainer modest wear Jenahara saat ditemui usai acara konferensi pers, launching sekaligus trunk show yang digelar brand SUQMA di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai menampilkan 26 look untuk produk yang dikeluarkan brand SUQMA, Desainer modest wear Jenahara membocorkan tips pemilihan bahan untuk busana yang diproduksi dengan target pasar Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa siapapun desainernya, jika ingin produk koleksi yang dikeluarkan cepat terjual, maka mereka harus menggunakan material bahan yang menyesuaikan iklim Indonesia.

Bahan tersebut harus mudah menyerap keringat, karena Indonesia beriklim tropis.

"Sebenernya bahan-bahan di Indonesia itu yang mau cepet laku ya yang nyerap keringat," ujar Jenahara, saat ditemui di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Sebagai seorang desainer, ia pun berusaha untuk memfasilitasi para konsumen dengan merancang busana yang simple dan berbahan ringan namun tetap fashionable.

"Kita harus pintar memfasilitasi itu dan tetap (membuatnya) fashionable," jelas Jenahara.

Ia pun menyebut Indonesia memiliki tren yang berbeda dalam industri modest wear, dibandingkan tren di negara lainnya yang cenderung universal.

"Sebenernya kalau di Indonesia, trennya beda sendiri dari tren di luar yang universal," kata Jenahara.

Acara tersebut digelar sekaligus dalam rangka peluncuran brand SUQMA yang turut dihadiri oleh CEO nya, Riel Tasmaya.

Jenahara pun menjabat Creative Director dalam brand yang baru saja menampilkan 26 look modest wear itu.

Ke-26 look tersebut kini bisa didapatkan di dua mall di Jakarta yakni FX Senayan, Kota Kasablanka, serta satu mall di Surabaya, Tunjungan Plaza.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help