Wadidaw

Permainan Monopoli Ala Milenial: Bukan Beli Properti, Melainkan Aktif di Kehidupan Sosial

Pasalnya, game ini mengasumsikan generasi milenial yang manja dan tidak peduli dengan masa depan.

Permainan Monopoli Ala Milenial: Bukan Beli Properti, Melainkan Aktif di Kehidupan Sosial

Monopoli, permainan semua orang yang sempat hits di tahun 90an.

Meski nggak setenar dulu, Monopoli kembali diperkenalkan kepada kaum milenial. Bentuknya sih masih sama, hanya konsep permainannya diadaptasi sesuai dengan kehidupan zaman sekarang.

Bertajuk ‘Monopoly for Millennials’, game kekinian ini diusung kembali oleh Hasbro, sebuah perusahaan mainan terbesar asal Amerika Serikat yang juga merupakan produsen permainan Monopoli klasik versi jadul.

Versi terbaru ini identik dengan karakter Rich Uncle Pennybags, yang hadir dengan tampilan berbeda.

Kalau dulu ‘sang paman’ membawa tongkat dan sekantong uang, kini ia membawa kopi dan memakai kacamata hitam. Lebih trendi yah?

Pada Monopoli versi lama, permainan yang dimainkan secara berkelompok ini bertujuan untuk menguasai semua petak yang ada di atas papan melalui pembelian dan penyewaan properti. Setiap pemain melemparkan dadu secara bergiliran untuk memindahkan ikonnya.

Lalu, kalau kamu mendarat di petak yang belum dimiliki oleh pemain lain, kamu bisa membeli petak itu sesuai harga yang tertera. Sebaliknya, kalau petak itu sudah dibeli pemain lain, kamu harus membayar uang sewa.

Nah, bedanya dengan Monopoli versi lama, ‘Monopoly for Millennials’ tidak membuat kamu berinvestasi properti, melainkan membuat kamu mengumpulkan ‘experience’ sebanyak-banyaknya selama mengitari seluruh petak.

Seperti pergi ke kampus, festival musik, studio yoga, pusat perbelanjaan, bahkan dilengkapi pula dengan hashtag dan emoji-emoji kekinian yang lekat dengan kaum milenial. Jadi, kamu harus aktif dalam kehidupan sosial.

Sayangnya, tagline permainan ini mengundang reaksi yang beragam. Dengan tagline ‘Forget real estate, you can’t afford it anyway’, banyak orang yang tersinggung dengan konsep permainan yang diusung Hasbro ini.

Pasalnya, game ini mengasumsikan generasi milenial yang manja dan tidak peduli dengan masa depan.
Nah, menurut kamu sendiri gimana?

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved