Nindy Ayunda Tak Cocok Facial Mahal, Kuras Kantong Rp 2,5 Juta Wajahnya Gak Terasa Bersih

Nindy Ayunda lebih memilih perawatan wajah yang murah dibandingkan yang harganya berjuta-juta karena asalan tidak sesuai dengan seleranya.

Nindy Ayunda Tak Cocok Facial Mahal, Kuras Kantong Rp 2,5 Juta Wajahnya Gak Terasa Bersih
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Nindy Ayunda saat ditemui di acara Make Over kolaborasi dengan Tities Saputra di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTANindy Ayunda lebih memilih perawatan wajah yang murah dibandingkan yang harganya berjuta-juta karena asalan tidak sesuai dengan seleranya.

Penyanyi yang saat ini makin terkenal karena gaya busananya ini menceritakan treatment mahal yang pernah mencoba facial dengan kisaran harga sekitar Rp 2,5 juta rupiah.

Sayangnya Nindy Ayunda lebih suka dengan treatment bagian mukanya dipencet untuk mengeluarkan komedo yang menurut Nindy sebagai ciri khas dari facial.

“Aku pernah facial yang harganya mahal banget, aku cuma bilang ini udah selesai? Kapan saya dipencet, gak berasa,” ungkap Nindy Ayunda saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Baca: Kalau Malas Dandan, Alis Jadi Andalan Nindy Ayunda

Akhirnya Nindy Ayunda pun kembali ke klinik yang biasa dia gunakan untuk facial yang sekali treatment harganya Rp 300 ribu dan ada tindakan mukanya dipencet untuk mengeluarkan komedo.

“Mending aku facial harga Rp 300 ribu tapi muka aku bersih. Rp 2,5 juta gak berasa dikasih tindakan,” ungkap Nindy.

Soal lulur, Nindy Ayunda juga memilih lulur tradisonal berwarna kuning yang sejak awal diberikan ibunya ketimbang lulur-lulur baru yang biasa ada di salon kecantikan.

“Aku gak mau ditempat mahal gak laku sama aku ke rumah namanya Mbak Pur dia pakai lulur yang kuning itu lho ada jeruk nipisnya gitu, enak banget,” pungkas Nindy.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved