Saran Psikolog kepada Orangtua yang Anaknya Gemar Main Game Online

Perempuan yang biasa disapa Nina ini mengatakan, orangtua perlu meningkatkan hubungan emosional dengan anak

Saran Psikolog kepada Orangtua yang Anaknya Gemar Main Game Online
TRIBUNNEWS.COM/Dessita Chairani
ILUSTRASI - Meizu M6T ketika dijajal bermain PUBG 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Psikolog Anak dan Keluarga, Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani, memberikan saran bagi orangtua yang memiliki anak penggemar games Player Unknown's Battlegrounds (PUBG).

Perempuan yang biasa disapa Nina ini mengatakan, orangtua perlu meningkatkan hubungan emosional dengan anak.

Baca: Fatwa Haram PUBG, Peneliti: Game Bukan Penyebab Utama Kekerasan

"Tingkatkan kualitas hubungan orangtua dan anak, usahakan lebih banyak mengobrol bersama dan tertawa bersama," ujar Nina saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (25/3/2019).

Nina menilai orangtua harus bisa memberikan alternatif kegiatan lain dan memastikan lingkungan pertemanan anak seperti apa.

"Berikan alternatif-alternatif kegiatan buat anak dan remaja agar tak hanya bermain game online saja. Pastikan anak memiliki teman-teman yang saling memberikan pengaruh positif," ucapnya.

Jika memang anak bermain, Nina mengatakan, ada baiknya orangtua mengawasi, memberikan batasan durasi permainan.

"Batasi durasi bermain, saat ini banyak orangtua tak berdaya kalau anaknya terus-terusan memegang handphone di depan laptop game," kata Nina.

"Pembatasan bermain boleh aja dilakukan. Tapi perlu disadari bahwa kalau hanya dibatasi namun tidak ada alternatif lain, maka anak atau remaja hanya akan berpindah ke masalah lain," sambung dia.

Games PUBG menjadi perbincangan hangat dimasyarakat usai kejadian penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru beberapa waktu lalu.

Baca: MUI Kaji Games PUBG, Psikolog UI: Tak Semua yang Memainkannya Meniru Perilaku Kekerasan

PUBG bahkan dinilai oleh MUI dikhawatirkan berdampak pada perilaku kekerasan dan teroris.

Untuk itu, MUI akan melalukan kajian mendalam dan menyeluruh sebelum mengeluarkan fatwa tertentu terkait permainan tembak menembak itu.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved