• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Jakarta

Nama Tanjung Priok Bukan Berasal dari Mbah Priok

Rabu, 26 Mei 2010 14:40 WIB
Nama Tanjung Priok Bukan Berasal dari Mbah Priok
tribunnews.com/andri malau
Puluhan anak-anak santri mendendangkan shalawat di Makam Mbah Priok, Jakarta, Minggu (18/4/2010) sore.
Laporan Reporter Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Nama Mbah Priok terkenal sejak kerusuhan Koja terjadi pada 14 April 2010. Mbah Priok disebut-sebut sebagai cikal bakal nama dari Tanjung Priok. Namun, tahukah anda sejarah sebenarnya dari asal usul nama Tanjung Priok?

Menurut pemaparan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto berdasarkan data yang ia dapat dari berbagai sumber, nama Tanjung Priok terkenal lantaran pada zaman dahulu terdapat seorang bernama Aki Tirem, penghulu Warakas yang sangat ahli membuat periuk (tempat menanak nasi). Hal tersebut didapat dari sebuah buku berjudul "Babad Tanah Betawi" karangan Ridwan Saidi.

"Nama Tanjung Priok berasal dari nama seorang ahli membuat periuk bernama Aki Tirem dan sekarang sudah wafat, " ujarnya dalam acara "Penjelasan Mengenai Kerusuhan Koja" di Balaikota, Jakarta, Rabu(26/5/2010).

Prijanto melanjutkan, sebutan Tanjung Priok yang sebenarnya bukan berasal dari sosok Habib Husein Al Hadad alias Mbah Priok yang menyiarkan agama Islam di Jakarta saat itu.

Berdasarkan tulisan seorang ahli sejarah bernama JJ Rizal dan Alwi Shahab tentang Habib Husein Al Hadad alias Mbah Priok di majalah Tempo, Mbah Priok adalah seorang awak kapal yang meninggal pada tahun 1927 sebelum sempat menyiarkan agama Islam di Jakarta.

"Dia itu adalah awak kapal yang wafat pada tahun 1927," jelasnya.

Sejarah juga dilencengkan saat para peziarah yang mengunjung makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara. Salah satunya tentang kelahirannya, di beberapa literatur yang dibagikan kepada peziarah tertulis Mbah Priok lahir 1727 dan wafat 1756 akan tetapi tidak tercatat dalam Plattenground van Batavia tahun 1887.

"Tahun 1918 setelah diupdate juga tak tercantum," tandasnya.

Mbah Priok sendiri dilahirkan pada akhir abad ke 18, karena itulah Prijanto juga meragukan foto-foto yang dipajang di lokasi petilasan makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara.

"Kalau disitu (tempat petilasan Mbah Priok) tercantum lahirnya pada abad ke 17, mana mungkin bisa ada foto, sedangkan teknologi foto baru ada pada abad ke 18," tandasnya.
Penulis: Willy Widianto
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
20524 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas