• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Jakarta

Air Makam Habib Ali Kwitang Dianggap Bisa Sembuhkan Penyakit

Sabtu, 3 Juli 2010 19:18 WIB
TRIBUNNEWS.COM-  Makam Habib Ali Kwitang yang memancarkan air melimpah setelah dibongkar hingga Sabtu (3/7) masih ramai dikunjungi warga. Mereka mengambil air yang terpancar dari lokasi pemakamam Al-Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al-Habsyi di RW 01, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat

Puluhan warga silih berganti memadati tempat itu. Mereka datang mengambil air yang keluar dari liang lahat dan membawanya pulang atau sekedar menyaksikan hal yang dianggap ajaib itu. Air itu dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Mereka  antre dengan tertib menghambil air yang keluar dari makam itu dengan selang yang dialirkan. Para warga membawa botol atau galon air untuk menampung air dan dibawa pulang.

Ada pengakuan warga yang menderita penyakit di leher dan pundaknya  sering sakit sejak setengah tahun lalu kini sembuh setelah meminum air itu. Setelah meminum air dari makam itu sakitnya hilang dalam sekejap.

Makam kramat Habib Ali Kwitang sebelumnya sempat heboh  karena muncul air memancar setelah dibongkar. Makam Habib Abdurrahman bin Abdullah al-Habsyi di Ciliwung Jakarta Pusat tersebut dibongkar untuk selanjutnya akan dibangun gedung bertingkat.

Ketika  tanahnya dikeruk tiba tiba muncul air yang memancar dari sela-sela kerukan tersebut.  Air semburan itu diambil warga untuk mandi, minum dan sebagainya tapi belakangan banyak warga yang mengambil "berkah" dari air pancaran bersumber dari makam keramat tersebut.

Pembongkaran makam ini telah berlangsung Minggu kemarin. Saat itu air sudah memancar keluar tapi masih kecil. Mulai hari Kamis tiba tiba air menjadi besar, deras dan meluap. Ini kejadian aneh karena sebalumnya tak ada tanda-tanda rembesan air waktu makam itu belum dibongkar.

Saking derasnya, warga kemudian memasang selang kira kira 10 meter untuk dialirkan ke selokan kecil di area makam. Sebelumnya, makam ini juga sudah dikeruk sedalam 4 meter. Saat ini warga yang mengambil air bisa melalui selang yang disambung dari tanah pusara makam.

Warga berebut ingin mengambil air tersebut. Sebagian mereka meyakini air tersebut bermanfaat bagi kesehatan. Ada yang membawa ember, jeriken, galon dan panci untuk mengambil air jernih tersebut.

Air itu digratiskan untuk semua warga yang mengambilnya tapi bagi warga yang mau berinfak atau berderma juga disediakan kotak amal.

Pembogkaran ini untuk sementara dihentikan karena warga dan sebagian keluarga ahli waris menghendaki penghentian sementara.  Pihak pengembang apartemen di Cikini melakukan pembongkaran karena sudah mendapat persetujuan dari sebagian keluarga ahli waris tapi belakangan akan dibicarakan lagi terkait hal itu.

Sebagian keluarga ahli waris mengaku tidak tahu menahu kesepakatan pembongkaran ini. Ketua Forum Keluarga Besar Habib Ali bernama Ali Shahab mengaku ada persetujuan untuk penghentian pembongkaran sementara waktu.

Makam yang terletak belakang hotel Sofyan antara jalan Cikini dan Kali Ciliwung ini dipindah untuk kepentingan pengembangan apartemen. Atas kejadian ini, tiga pihak yaitu pengembang, ahli waris cucu Habib Ali, dan satu pihak yang membuat kesepakatan sebelumnya dengan pengembang akan musyawarh lagi membicarakan langkah selanjutnya. (*)
Editor: Iswidodo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
30495 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas