Ninok Leksono Tidak Kikuk Jadi Rektor UMN

Wartawan senior Kompas Dr Ninok Leksono mengaku tidak kikuk dan ragu saat dikukuhkan menjadi rektor baru Universitas Multimedia Nusantara

Ninok Leksono Tidak Kikuk Jadi Rektor UMN
Felix Jodi/UMN INSIGHT
Ketua Dewan Pembina Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Dr (HC) Jakob Oetama (tengah) menyaksikan Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Ir Teddy Surianto (kiri) menyerahkan SK Pengangkatan kepada rektor baru UMN Dr Ninok Leksono di Gedung Rektorat UMN, Tangerang, Jumat (25/3/2011). Sehari-hari Ninok bekerja sebagai wartawan senior Kompas.
JAKARTA- Wartawan senior Kompas Dr Ninok Leksono mengaku tidak kikuk dan ragu saat dikukuhkan memimpin sebuah lembaga pendidikan, yakni menjadi rektor baru Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Sehari-hari profesinya sebagai jurnalis, tetapi dia sudah lama mengajar di beberapa perguruan tinggi, dan gelar pendidikan yang dia raih pun sangat cocok dengan bidang teknologi dan informatika, bidang universitas yang dia pimpin.

"Profesi saya sehari-hari memang wartawan. Tetapi saya nggak kikuk masuk ke kalangan akademisi, sebab saya sudah terbiasa mengajar, memberi kuliah, membimbing mahasiswa dalam menulis skripsi dan lingkungan kademisi bukan hal asing buat saya," kata Ninok yang dikukuhkan menjadi rektor UMN di Kampus UMN, Scientia Garden, Jalan Boulevard Gading Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (25/3/2011).

Ninok yang pernah menjabat Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, dan Pemimpin Redaksi Kompas.com mengakui selain menjalankan tugas-tugas wartawan, selama ini dia juga mengajar. Dari sisi pendidikan, laki-laki kelahiran 30 Januari 1956 ini tidak diragukan. Ia menyandang gelar master di bidang teknologi militer dan doktor ilmu politik.

Ninok mengaku sudah biasa mengajar antara lain di Universitas Indonesia (UI), Universitas Pertahanan, satu perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pertahanan, dan di UMN sendiri ia mengajar sejak universitas tersebut mulai menerima mahasiswa tahun 2007.

"Dari substansi sendiri saya menempuh penidikan tinggi sampai S3. Dan dari sisi permasalahan saya menjadi anggota Dewan Pendidikan Tingi yang diketuai Wakil Mendiknas Fasli Djalal. Jadi sudah terbiasa saya bergaul dengan kalangan akademis," kata Ninok. "Sejak UMN berdiri, Saya memberi kuliah Sejarah Perkembangan Teknoloni Komunikasi."

Ninok juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Riset Nasional (DRN). Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu meraih penghargaan Adhiwarta Rekayasa dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 23 Desember 2010.

Dia bertekad memajukan UMN. Sebagai lembaga yang masih baru, tekad Ninok adalah menjadikannya lembaga yang solid, baik dari visi pengajar maupun penguasaan ilmu atau penguasaan bidang teknologi multimedia. Dan ke depan menjadi institusi teknologi multimedia yang terkemuka, tidak saja di indonesia tetapi di kawasan regional
"Itu tugas yang berat, tetapi dengan kebersamaan dan bimbingan Pak Jakob Oetama saya yakin bisa," kata  Ninok kepada tribunnews.

Ninok Leksono dikukuhan menjaid rektor dalam acara yang dihadiri pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina UMN Dr (HC) Jakob Oetama, dan Ketua Yayasan Ir Teddy Surianto. Acara pengukuhan dihadiri juga jajaran Senat Universitas dan unsur perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa dan Keluarga Besar Mahasiswa.    

Bagi  Ninok, kepercayaan pengangkatan sebagai rektor UMN ini merupakan tanggung jawab besar, dan beliau menyatakan kesiapannya mengemban tugas guna memajukan UMN sesuai dengan visi dan misi UMN.

Menurut Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara Ambang Priyonggo, dalam kesempatan itu, Yakob Oetama yang juga pendiri dan Presiden Komisaris Kompas Gramedia, menegaskan universitas turut memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat.

Universitas Multimedia Nusantara berdiri sejak 2007. Sebagai universitas berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), UMN menawarkan tujuh program studi yang mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Memasuki tahun keempat, UMN akan membangun sarana tambahan perkuliahan secara bertahap hingga dapat menampung 20 ribu mahasiswa di  Gading Serpong, Tangerang. Di areal seluas 20 hektar ini akan dilengkapi fasilitas dormitory, sarana olahraga, dan pusat riset bidang new media.  (tribunnews/domu d ambarita )
Penulis: Domu D. Ambarita
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved