• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Penusuk Sopir Taksi ke Jakarta Niat Cari Kerja

Selasa, 5 April 2011 20:33 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Gerry Buana alia Geger pembunuh sopir taksi TransCab pada Sabtu (26/3/2011) lalu ternyata baru tinggal di Jakarta selama satu minggu. Pria berumur 20 tahun ini datang dari Palembang niat untuk mencari kerja.

Namun diperantauan justru ia malah berurusan dengan polisi karena tindakannya yang mengakibatkan kematian sopir TransCab Zulkarnaen Freddy.

Pengakuan dirinya kepada wartawan, ia datang jauh-jauh dari palembang untuk mengadu nasib di Jakarta. "Saya datang ke sini baru seminggu dan tinggal di rumah abang saya. Niat saya kemari untuk mencari kerja," katanya saat ditemui tribunnews.com di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/4/2011).

Pria kelahiran Palembang 11 Desember 2011 ini mengaku membunuh Zulkarnaen lantaran kesal karena korban mencacinya dengan kata-kata kotor.

Ia menceritakan, kejadian berawal ketika dirinya bermain ke rumah temannya di Cawang Jakarta Timur. "Saat itu saya main ke rumah teman. Dari Tanah Abang saya naik motor dengan teman. Tetapi pas mau pulang teman saya meninggalkan saya dan menyuruh saya naik taxi saja," jelasnya.

Tanpa berbekal uang sepeser pun, ia pun naik taxi yang dikendarai Zulkarnaen dari Cawang. Sesampainya di Jalan Jembatan Tinggi Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ia pun berhenti.

Ia kemudian turun dan meminjam uang kepada Dewi dan Nora dengan total Rp 15 ribu untuk membayar taksi dengan argo Rp 12700. Tetapi, saat diberikan ongkos tersangka malah mendapat kata-kata kotor dari korban. Tidak terima dengan kata-kata tersebut akhirnya Geger menusukan sebilah pisau dapur kepada korban tepat di dada kirinya.

Ia mengaku saat kejadian dirinya dalam keadaan sadar tanpa dibawah pengaruh alkohol. "Saya tidak minum, teman-teman saya yang minum," ujarnya menyangkal pertanyaan wartawan.

Tetapi menurut keterangan polisi Geger saat kejadian dalam keadaan mabuk. "Pada saat menumpang taksi, tersangka dalam keadaan mabuk," kata Pjs Kepala Unit II Umum, AKP Jerry.

Setelah menusuk korban, Geger pun langsung pergi meninggalkan Jakarta pulang ke Kampung halamannya di Palembang dan kemudian ia ditangkap jajaran Polda Metro Jaya di rumahnya di Palembang.

"Ia saat ditangkap tidak melakukan perlawanan, karena saat itu ia sedang sendirian," kata Jerry.
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
103124 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas