• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Jakarta

Pengendalian Banjir Kombinasi Sistem Folder dan Sistem Saluran

Kamis, 14 Juli 2011 10:24 WIB
Pengendalian Banjir Kombinasi Sistem Folder dan Sistem Saluran
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo saat meninjau lokasi proyek pembangunan crossing drainase, di jalan MH Thamrin depan Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2010).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rangka pengendalian banjir, Pemprov DKI mengkombinasikan sistem folder dengan sistem saluran dalam masterplan tata air.

Demikian disampaikan Gubernur DKI Fauzi Bowo yang mengatakan masterplan tersebut mengatur pengendalian banjir di Jakarta yang merupakan kombinasi antara sistem folder dan sistem saluran. Menurutnya pengendalian banjir dan penanganan titik banjir di Jakarta akan lebih optimal karena DKI telah merumuskan masterplan tata air berdasarkan Perda nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2010 dan Rancangan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta 2010-2030.

Dikatakannya, sistem saluran yang telah terbangun yaitu Kanal Banjir Barat mulai 1935 dan Kanal Banjir Timur mulai 2010. "Kedua kanal banjir ini direncanakan memotong dan menampung aliran 13 sungai yang melintasi Jakarta. Sehingga bagian tengah Jakarta diharapkan terlindungi dari banjir yang bersumber dari sungai tersebut," ujar Foke, sapaan Fauzi Bowo, Kamis (14/7/2011).

Lebih lanjut Foke menjelaskan untuk melindungi bagian utara Jakarta yang relatif berada di bawah permukaan air laut, direncanakan pembangunan sejumlah folder. Untuk jangka panjang, direncanakan strategi pengembangan pesisir Teluk Jakarta yang berupa tanggul laut atau Giant Sea Wall yang biaya pembuatan masterplannya saja sebesar empat juta euro atau sekitar Rp 48 miliar. Foke mengakui bila Pemprov DKI memiliki keterbatasan anggaran untuk menanggulangi banjir.

Oleh sebab itu, pihaknya telah mengupayakan pinjaman dari World Bank yang akan digunakan untuk pengerukan 13 sungai dan saluran. "Nantinya program tersebut disebut Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI)," imbuhnya.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Yudie Thirzano
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas