• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Bandar Narkoba di Kampung Ambon-Johar Baru Belum Tersentuh

Kamis, 28 Juli 2011 01:19 WIB
Bandar Narkoba di Kampung Ambon-Johar Baru Belum Tersentuh
Tribun Medan/Dedy Sinuhaji
Kapolda Sumut, Irjen Pol Jenderal Wisjnu Amat Sastro bersama dengan unsur Muspida secara bersamaan membakar narkotika dan obat obat terlarang di Mapolda Sumut,Jumat (8/7/2011). Kepolisian Daerah Sumatera Utara memusnahkan barang bukti narkotika dan obat-obatan berbahaya dalam berbagai jenis bernilai Rp 9,6 miliar lebih yang didapatkan sepanjang tahun 2011.Narkoba yang dimusnahkan itu terdiri dari 2,933 Kg heroin, 487,5 Kg ganja, 3,688 Kg shabu shabu, dan berbagai pil yang mengandung amphetamine 4.349 butir.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kampung Ambon dan Johar Baru, Jakarta Pusat diduga kuat jadi sarang peredaran narkoba. Sehingga polisi terus memantau dua kampung tersebut, untuk membongkar jaringan narkotika yang berada di dalamnya.

"Kampung Ambon dan Johar Baru itu menjadi prioritas utama Ditnarkoba Polda Metro Jaya. Harus ditangani serius. Saat ini kami masih mengumpulkan informasi," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nugroho Aji Wijayanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/7/2011).

Sejumlah nama pun sudah dikantongi polisi yang diduga bertindak sebagai pengedar narkoba.

"Nama-nama sudah ada semua, masih kita selidiki, harus kita tangani. Perlu susun kekuatan," ujar Nugroho.

Tetapi untuk bandar narkoba di Johar Baru dan Kampung Ambon masih dalam pengembangan polisi. Pasalnya, jumlah barang bukti dari beberapa tersangka yang ada di dua daerah itu masih menunjukan jumlah yang minim.

"Biasanya kalau narkoba dalam jumlah besar didapat dari bandar. Tapi bandar di sana belum pernah, hanya kuantitas tertentu saja. Dua tempat
itu prioritas saya," katanya.

Johar Baru selama ini menjadi wilayah yang sering terjadi tawuran warga. Beredar informasi, tawuran tersebut sebagai akibat dari perebutan lahan peredaran narkoba. Tetapi Nugroho mengatakan bahwa dugaan tersebut masih dalam tahap penelusuran.

"Kalau soal peredarannya di tempat itu yang perlu kita telusuri apakah ada kaitannya," ungkap Nugroho.

Seperti diketahui sebelumnya, aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Pusat menangkap
seorang pengedar narkoba bernama Salman pada Selasa (19/7/2011). Ketika itu, Salman kedapatan sedang bertransaksi narkoba saat aksi tawuran terjadi di Johar Baru.

Kemudian dari penangkapan Salman, polisi melakukan pengembangan dan diketahui pasokan narkoba yang beredar di Johar Baru berasal dari bandar lain bernama Ratna. Ratna dikendalikan oleh dua narapidana yang
mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar, mengungkapkan bahwa penangkapan pengedar narkoba di Johar Baru tidak bisa diakumulasikan sebagai penyebab seringnya terjadi tawuran di wilayah tersebut. "Itu tidak bisa dibuktikan bahwa itu direncanakan atau by design. Masih dikembangkan dugaan itu," ucap Baharaudin.

Kata mantan Kabid Humas Polda Sumatra Utara ini, di Johar Baru saat ini Polsek dan Polres senantiasa
melakukan apel tiap harinya di lokasi tersebut. "Itu dilakukan sebagai upaya polisi untuk mendekatkan diri kepada masyarakat," ucapnya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
142971 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas