• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribun Jakarta

Butuh Uang Buat Nikah, Iswanto Merampok dan Membunuh

Senin, 10 Oktober 2011 15:13 WIB
Butuh Uang Buat Nikah, Iswanto Merampok dan Membunuh
net

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak punya biaya buat nikah Iswanto (21) merencanakan pencurian di rumah majikannya dengan temannya Restu (17). Saat beraksi, Iswanto terpergok Asmo (77) seorang pembantu rumah tangga di rumah milik Susiumi. Sampai akhirnya dia kalap dan langsung menghabisi Asmo dengan kunci Inggris.

Iswanto yang sebelumnya pernah bekerja kepada Susiumi, bercerita kepada Restu yang masih bekerja di Toko Susiumi.

"Pada Kamis (6/10/2011) IR (Iswanto) curhat kepada RH (Restu) akan menikah dan tidak punya uang. Kemudian, IR pun bercerita kepada RH akan mencuri barang-barang di rumah majikannya. RH pun setuju dengan syarat dia mendapatkan bagian dari pencurian tersebut," tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Gatot Edy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/10/2011).

Setelah pembicaraan tersebut akhirnya Iswanto dan Restu melancarkan aksinya pada Jumat (7/10/2011). Pada saat itu Iswanto dan Restu datang ke rumah Susiumi yang terletak di Jalan Durian Blok R Gang I RT 02/08 Nomor 53 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

"Setelah di tempat tersebut, tersangka RH memanggil Ismi (Pembantu rumah tangga di rumah Susiumi) untuk dibukakan pintu pagar. Kemudian RH masuk ke dalam dengan menghalangi arah padangan Ismi ke luar," terang Gatot.

IR pun berhasil masuk ke dalam rumah dan langsung menuju dapur. Kemudian RH masuk ke dalam rumah untuk mengambil makanan untuk majikannya di toko yang terletak di sekitar Koja. "RH memang memiliki tugas untuk mengambil makanan untuk majikannya. Pintu rumah pun hanya dibuka apabila ada orang yang akan mengambil makanan untuk majikannya," jelasnya.

Setelah Restu ke luar dengan membawa rantang berisi dan Ismi masuk ke dalam rumah, Iswanto langsung masuk melalui pintu dapur. Tetapi aksi Iswanto terpergok Asmo.

"Mau ngapain," ucap Asmo saat itu sambil berteriak.

Tak mau aksinya diketahui, Iswanto langsung memukul kepala Asmo dengan kunci inggris yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

"Korban malah berteriak lebih keras dengan memanggil Ismi. Karena panik korban pun dipukul dua kali pada bagian kepala, sampai akhirnya terjatu," tutur Gatot.

Tetapi Asmo masih berteriak dengan memanggil Ismi. Tanpa pikir panjang, IR kembali memukul Asmo dengan kunci inggris sebnyak tiga sampai empat kali hingga tewas kemudian ditinggal.

Pada saat Iswanto akan naik ke lantai 2, tersangka sempat mengambil isau daPur yang ada di meja dapur. Tetapi aksinya tersebut keburu dikatahui Ismi dan langsung berteriak. "Ismi sempat dipukul dengan kunci inggris di bagian kepala," ujarnya.

Ismi kemudian masuk ke dalam kamar, tetapi pelaku mengejarnya. Ismi menendang intu kamarnya supaya tertutup. "Dalam keadaan gelap IR masih bisa melihat Ismi dan kemudian pelaku memukul lagi dengan kunci inggris," jelasnya.

Pelaku semat terpeleset, kemudian Ismi melakukan perlawanan dengan melemparkan kursi plastik yang mengenai kepala bagian belakang Iswanto.

Tersangka kemudian bangun dan langsung menyekap Ismi dengan tangan kanan yang masih menggenggam kunci ingris. "Dengan posisi Ismi menghadap ke depan, selanjutnya tersangka ditusuk dengan isau yang masih diegang tangan kiri tersangka. Pada saat dicabut, mata isau tertinggal dan yang diegang tersangka hanya gagangnya saja.

"Karena Ismi diam saja kemudian ditinggalkan tersangka, lalu pelaku naik ke lantai 2," ungkapnya.

Di lantai 2 tersangka merusak gembok pintu dengan menggunakan obeng dan kunci inggris yang dibawanya. Setelah terbuka, tersangka langsung masu ke kamar bekas majikannya dengan menggunakan kunci duplikat yang dipersiapkan sebelumnya.

Setelah masuk, Iswanto langsung mengambil uang yang ada di laci lemari kamar mantan majikannya sebesar Rp 4,5 juta. Kemudian, IR pun naik ke lantai tiga dengan membawa uang tersebut.

"Tersangka berhasil ke luar dengan turun melalui Pohon yang ada di belakang uskesmas," kata Gatot.

Tidak butuh waktu lama olisi untuk memburu dua tersangkanya. Minggu (9/10/2011) tersangka berhasil dibekuk Resmob Polda Metro Jaya di daerah Ciasem,Subang Jawa Barat.

Kini Iswanto dan Restu disangkakan dengan pasal 365 KUHP dan atau pasal 351 dan atau 338 KUHP.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
170126 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas