• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Prijanto: Pejabat DKI Tidur Pulas Saat Kasus Mbah Priok

Jumat, 27 Januari 2012 10:49 WIB
Prijanto: Pejabat DKI Tidur Pulas Saat Kasus Mbah Priok
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, meninggalkan ruang sidang seusai mengikuti paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (25/1/2012), tentang pengunduran dirinya sebagai Wagub DKI. Namun paripurna sendiri urung terlaksana, akibat forum tidak memenuhi batas minimal kehadiran. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengunduran diri Wakil Gubernur DKI Prijanto dilandasi berbagai alasan, satu diantaranya adalah hubungan dengan Gubernur DKI Fauzi Bowo yang dinilai sudah tak sehat. Orang nomor dua di Jakarta ini pun menceritakan perasaan tidak nyamannya, termasuk saat kasus makam Mbah Priok di Jakarta Utara.

Prijanto menuturkan dalam kasus makam Mbah Priok, Instruksi Gubernur tentang Penertiban Bangunan Di sekitar Makam, pada konsep awal seharusnya ditandatangani oleh Gubernur. Tetapi dalam pelaksanaannya, justru dilimpahkan kepada Wagub walaupun hal tersebut menimbulkan tanda tanya. Saat itu, ada juga yang menyerang dirinya dalam posisi Wagub seakan-akan mendalangi dan menerima uang dari Pelindo terkait kasus tersebut.

"Gubernur sama sekali tidak berbicara dan membuat pernyataan resmi apapun. Kerusuhan dalam kasus Mbah Priok, menyebabkan Koja terbakar. Saya tak habis pikir, dalam kerusuhan massal seserius itu, mengapa para pejabat DKI bisa tertidur pulas?" ujar Prijanto, Jumat (27/1/2012).

Menurutnya saat itu Foke, sapaan Fauzi Bowo, juga tidak ada niatan untuk menjelaskan bahwa Wagub bersedia menandatangani Instruksi Gubernur atas perintah orang nomor satu di Jakarta tersebut. "Kalau Gubernur mau tanggung jawab sebagai pimpinan, saya berharap Gubernur mengatakan bahwa surat yang ditandatangani Wagub adalah instruksi saya. Wagub bertindak untuk dan atas nama Gubernur," ucapnya.

Ditambahkannya, demi kebenaran sejarah, ia sudah memerintahkan Karo Hukum untuk membuat buku kronologis lahirnya Instruksi Gubernur yang turut andil dalam kerusuhan di Koja. "Waktu itu saya loyal, walau timbul tanda tanya kenapa hal seperti ini bisa terjadi jika persoalan tugas dan kewenangan bisa dipahami dengan baik," tandasnya.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Prawira Maulana
0 KOMENTAR
211902 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas