• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Jakarta

Prijanto Beberkan Dugaan Korupsi di Pemprov DKI

Minggu, 29 Januari 2012 15:42 WIB
Prijanto Beberkan Dugaan Korupsi di Pemprov DKI
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, berbicara dalam sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (25/1/2012), tentang pengunduran dirinya sebagai Wagub DKI. Namun paripurna sendiri urung terlaksana, akibat forum tidak memenuhi batas minimal kehadiran. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam bukunya yang berjudul 'Kenapa Saya Mundur dari Wagub DKI', Wakil Gubernur DKI Prijanto membeberkan dugaan korupsi yang terjadi di Pemprov DKI. Prijanto mengatakan hingga saat ini, ia masih menyimpan SMS yang diterima tanggal 26 Februari 2011 pukul 22.23 WIB. Isi SMS tersebut berbunyi:

"Ass Wr Wb Bpk Gub, minta izin krn kami tdk sanggup menghdpi kenyataan ini, Bpk (nama dirahasiakan) melalui bendahara panti Ibu Hj. (nama dirahasiakan) sampai skrg masih mintain duit ke 27 kpala panti. Pdhl uang yg kmarin terkumpul sudah Rp 400 juta masih di bendahara. Minggu lalu diminta oleh kadis untuk menyetor lg 50% (800 juta katanya) buat ....(dirahasiakan).
Sebenarnya uang itu untuk MAKAN PENGHUNI PANTI. Bkn itu saja yg dilakukan, jabatan pun diperjual belikan, suka ngancam klo ada bawahannya yg berani nantang tdk diberi JABATAN atau DIPINDAHKAN, ktanya sll perintah (nama dirahasiakan). Kami berani bersumpah pada TUHAN YME. Tolong hentikan Pak, kami tdk sanggup. Terima kasih. Tembusan: KPK, BPK, Kejaksaan, LSM."

Prijanto menjelaskan, karena inspektorat tidak bisa membongkar, maka ia memerintahkan stafnya untuk menghubungi saudari Hj. (nama dirahasiakan) agar menghadap dirinya. Saat itu, ia memberikan bukunya yang berjudul 'Nilai' agar yang bersangkutan sadar dan takut akan dosa.

"Tanpa tekanan,ia pun bercerita dan mengaku seperti yang ada dalam nota dinas. Di lain hari, saudara (nama dirahasiakan) juga mengaku terus terang sebagaimana dalam nota dinas," tulis Prijanto.

Namun tindakan tersebut ternyata berseberangan dengan Gubernur DKI Fauzi Bowo. Menurutnya pria berkumis itu malah menanyakan prosedur pemeriksaan. Dikatakannya, jika sesuai protap maka inspektorat Provinsi itu tumpul.

"Wagub punya tehnik yang halus justru disalahkan. Aneh, ada apa dibalik ini?" kata Prijanto.

Prijanto menuturkan beberapa minggu sebelum kejadian itu, saat evaluasi program tahun lalu, Gubernur menegur inspektur di Balai Kota dengan mengatakan: "Inspektur, ajari anak buah anda, jangan cari-cari kesalahan".

"Mengapa teguran semacam itu dilontarkan? Bukankah akan membuat ciut nyali orang-orang inspektorat? Padahal mereka penegak hukum yang harus tindak lanjuti semua laporan. Ada apa?" ungkap Prijanto.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
217521 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas