• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Tunjangan Khusus 12 SKPD: Temani Foke Naik-Turun Tangga

Minggu, 29 Januari 2012 14:39 WIB
Tunjangan Khusus 12 SKPD: Temani Foke Naik-Turun Tangga
googleimage
Pasangan Fauzi Bowo dan Prijanto di awal masa jabatan selaku Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberian tunjangan khusus kepada 12 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga menjadi polemik yang menyebabkan hubungan antara Gubernur DKI Fauzi Bowo atau yang biasa disapa Foke dan Wagub DKI Prijanto kian renggang.

Prijanto menuturkan pada awal Mei 2009 ada konsep Pergub tentang perubahan tunjangan khusus bagi 12 SKPD. Ke-12 SKPD tersebut yakni Inspektorat, Sekretariat DPRD DKI, Badan Perencanaan Pembangungan Daerah, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Tata Ruang, Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Biro Umum Setda Provinsi DKI Jakarta, dan Satpol PP.

"Konsep Pergub ini juga mengatur setiap anggota dari 12 SKPD ini menerima tunjangan khusus sebesar satu kali gaji setiap bulannya. Saya menilai tidak ada hal khusus yang membuat anggota 12 SKPD tersebut patut mendapat tunjangan khusus. Ini pemborosan," tulis Prijanto dalam bukunya yang berjudul Mengapa Saya Mundur dari Wagub DKI.

Dijelaskannya, dari total jumlah PNS Pemprov DKI sebanyak 75 ribu orang, hanya sekitar 4.000 orang yang mendapat perlakukan khusus, yakni yang termasuk dalam 12 SKPD tersebut. Prijanto berpendapat tunjangan khusus itu pemborosan karena kinerja pegawai sudah diberikan penghargaan berupa tunjangan kesra dan tunjangan penambahan penghasilan.

Dalam diskusi dengan Gubernur, kata Prijanto, seorang staf mengatakan tunjangan khusus tersebut diberikan karena 12 SKPD itu rawan korupsi. Alasan lainnya, pegawai dalam SKPD tersebut sudah terlanjur berharap karena sudah mengajukan kredit untuk pembayaran rumah, mobil, sepeda motor, dan sebagainya.

"Apa setelah diberi tunjangan khusus itu kemudian mereka tidak korupsi? Di penghujung diskusi, Gubernur bilang pada saya, Pak Wagub tidak merasakan, mereka adalah teman-teman saya yang naik-turun tangga bersama saya," tulis Prijanto.

Atas statement tersebut, Prijanto menyatakan dirinya sempat terkejut karena ia bertanya dalam hati apakah Pemprov DKI ini dikelola berdasarkan prinsip pertemanan atau berdasarkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

"Anggota Pemprov DKI ada 75 ribu. Apakah teman-teman Gubernur hanya 4.000 orang dan sisanya bukan teman sehingga tidak perlu diperhatikan?" tandasnya.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
0 KOMENTAR
217361 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas