Kamis, 28 Mei 2015
Tribun Jakarta

Air PAM di Jakarta Paling Mahal, Ini Penyebabnya

Selasa, 31 Januari 2012 19:11 WIB

Air PAM di Jakarta Paling Mahal, Ini Penyebabnya
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tarif PAM di Ibukota Jakarta sangat mahal. Koalisi Masyarakat Anti Swastanisasi Air Jakarta pun menemukan penyebab mahalnya air PAM tersebut.

Yakni, adanya kesepakatan tarif antara PAM Jaya dan mitra swasta harus memuat sejumlah biaya atau imbalan yang diperuntukkan bagi pekerja asing (ekspatriata) yang bekerja di perusahaan swasta. Bahkan, biaya sekolah anak si pekerja asing tersebut masuk dalam nilai imbalan tarif air.

"Menurut kami, penetapan nilai imbalan yang tinggi adalah bentuk pemerasan terselubung kepada konsumen dan pemerintah," ujar Kepala Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Agus Sunaryanto, seusai membuat laporan dugaan korupsi PAM Jaya-swasta di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Agus mencontohkan, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2007 dan 2008 pada PAM Jaya, biaya untuk pekerja asing yang notabene-nya tidak berkaitan, tapi menjadi imbalan PT Palyja selaku pengelola air dari pihak swasta, mencapai Rp 3,865 miliar.

Biaya sebanyak itu diperuntukkan bagi biaya sekolah anak pekerja asing sebesar Rp 1,2 miliar. Kemudian keperluan rumah tangga sebesar Rp 8,6 juta. Klaim biaya sebesar Rp 366,2 juta, biaya fiskal dan pakak bandara perjalanan pribadi sebesar Rp 79,3 juta. Biaya perjalanan Rp 119,7 juta, serta biaya sewa rumah dan asuransi banjir Rp 2 miliar.

Sejak dikelola pihak swasta 13 tahun lalu, harga air di Jakarta terbilang paling mahal dibanding wilayah lain. Sebut saja untuk wilayah kerja Palyja yang mencapai Rp 7.800/m3 dan untuk wilayah kerja Aetra sebesar Rp 6.800/m3.

Halaman123
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Yulis Sulistyawan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas