Rabu, 26 November 2014
Tribun Jakarta

Putra Sulung Jokowi: Saya Yakin Bapak Bisa

Selasa, 20 Maret 2012 23:57 WIB

Putra Sulung Jokowi: Saya Yakin Bapak Bisa
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Kedua pasangan calon, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di KPUD DKI Jakarta, Jakarta Pusat , senin (19/03/2012), Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama resmi terdaftar sebagai pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI-P, Partai Gerindra, dan 24 partai nonkursi di DPRD DKI Jakarta.. (Tribun Jakarta/Jeprima)

TRIBUNNEWS.COM, SOLO-- Putra Sulung Walikota Solo, Joko Widodo, Gibran Rakabumi mengaku lebih senang jika ayahnya tidak menjadi pejabat negara. Dirinya lebih senang ayahnya kembali menjalankan usaha mebelnya. "Terus terang (perasaan) saya biasa saja, tapi saya sebenarnya tidak ingin bapak menjadi pejabat lagi. Saya inginnya bapak menjadi tukang kayu saja," katanya, Selasa (20/03/2012).

Menurut Gibran, dirinya lebih senang jika ayahnya kembali menjadi pengusaha mebel, karena minim risiko jika dibandingkan menjadi seorang pejabat pemerintah. Karena sebagai pejabat publik tidak hanya dicintai orang namun bisa juga dibenci oleh beberapa pihak yang tidak sejalan. Namun, dirinya mengaku hanya pasrah dengan keputusan ayahnya yang saat ini diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Dirinya juga pernah menyatakan ketidaksetujuannya kepada Jokowi, saat ayahnya memutuskan maju lagi dalam pemilihan Wali Kota Solo baik saat pertama kali maupun untuk kedua kalinya pada tahun 2010 lalu. Namun, keputusan tetap ada pada Jokowi yang akhirnya memimpin Kota Solo selama dua periode. "Keputusan ada di tangan bapak. Sebagai anak saya hanya bisa mengingatkan dan mendoakan saja," katanya.

Jika nantinya Jokowi memenangkan pemilihan Gubernur DKI, hal ini juga berarti intensitas pertemuan dirinya dengan ayahnya akan semakin minim. Meski demikian, Gibran mengakut tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena sebelum menjabat sebagai wali kota pun dirinya sering ditinggal ayahnya ke luar negeri untuk mengurus bisnisnya. "Dulu sebelum jadi Walikota, bapak juga sering pergi ke luar negeri. Jadi kalau besok bapak ke Jakarta, saya sih biasa saja," katanya.

Mengenai peluang ayahnya di Jakarta, Gibran mengaku tidak mengetahui hal itu karena dirinya tidak paham politik. Akan tetapi dirinya percaya ayahnya bisa mengatasi permasalahan yang saat ini ada di Jakarta. "Tentu di Jakarta jauh lebih kompleks daripada Solo. Itu sudah resikonya, tapi saya yakin bapak bisa, toh di Solo bapak juga mampu," katanya.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jogja

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas