Selasa, 31 Maret 2015
Tribun Jakarta

Faisal Basri: Sebut Tommy Winata Kok Takut

Senin, 2 April 2012 20:02 WIB

Faisal Basri: Sebut Tommy Winata Kok Takut
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Cawagub DKI Jakarta, Faisal Basri, memaparkan program kerjanya dalam acara Silaturahmi Pers Bincang-bincang dengan Calon Gubernur DKI Jakarta, di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (2/4/2012). Acara diskusi pilkada tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembawaan Faisal Basri masih saja seperti saat awal reformasi tampil melempar amatan dan analisis. Ia memang terkenal ekonom pemberani, kritis dan vokal. Kebiasaan itu masih kental kendatipun dia maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Misalnya, menjawab pertanyaan wartawan dalam acara dikusi Senin (2/4/2012). Ia tidak canggung menyebut seorang pengusaha nasional Tommy Winata.

"Mengapa takut, sebut saja. Proyek reklamasi itu proyek Tommy Winata kan. Saya heran, kok kita ini semua seakan takut kalau menyebut nama Tommy Winata. Bilang saja lah, Tommy Winata atau TW. Kalau kita takut, siapa yang urus birokrasi ini, mereka atau kita. Kalau kita takut, tidak ada gunanya semua apa yang kita bicarakan ini," ujarnya sembari menunjuk materi paparan Alex Noerdin yang ditayangkan proyektor di sisi kiri dan kanan tempat acara.

Faisal mengucapkan itu menanggapi pertanyaan seorang wartawan mengenai proyek reklamasi atau pengurugan di pantai utara Jakarta. Menurut sang penanya, proyek sangat besar dan diduga akan menimbulkan masalah baru terhadap ekosistem, serta akan berandil terhadap terulangnya banjir di Jakarta.

Faisal pun tidak cemas, menghadapi fenomena suap dan korupsi di kalangan birokrasi, termasuk saat penyelenggaraan pemilukada. Faisal mengakui adanya gejala pembusukan di kalangan birokrasi, namun ia tetap optimistis. Termasuk menyikapi pertanyaan seorang wartawan tentang kesiapan Faisal menghadapi fenomena jamak pada pemilukada, siapa yang menguasai birokrasi dan bisa membeli KPUD akan keluar sebagai pemenang.

"Jangan menyerah lah. Walau memang sudah terjadi kok. Saya contohnya menemui beberapa lurah, karena ketahuan bertemu dengan saya, empat lurah di wilayah Jakarta Pusat yang dipecat, diganti," kata Faisal.

Kemudian, ganjalan lainnya terkait persyaratan fakta dukungan dari warga kepada calon independen. Dua pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen, Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria telah menyerahkan dukungan beruta foto kopi KTP ke KPUD.

Halaman12
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas