Jokowi Siap Terapkan PKMS di Jakarta

untuk memimpin ibukota. Program yang akan diusung ke Jakarta tersebut di antaranya Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS).

Jokowi Siap Terapkan PKMS di Jakarta
TRIBUN Jakarta/FX Ismanto
Bakal Calon Gubernur DKI, Jakarta, Joko Widodo, yang masih menjabat Walikota Solo dengan panggilan Jokowi kunjungi Pasar Senen, Jalan Stasiun Senen, Sabtu (31/3/2012) Jokowi bertemu dan berdialog dengan para pedagang sayur, (TRIBUN Jakarta/FX Ismanto)

Laporan Reporter Tribun Yogya / Ade Rizal

TRIBUNNEWS.COM SOLO- Keberhasilan bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dalam memimpin Kota Solo nampaknya ingin dibawa ke Jakarta. Sejumlah program pembangunan kota yang berhasil dijalankan di Kota Solo, siap diaplikasikan pria yang akrab disapa Jokowi tersebut jika benar-benar terpilih untuk memimpin ibukota. Program yang akan diusung ke Jakarta tersebut di antaranya Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS).

PKMS merupakan program yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin di Kota Solo. "Program ini kan sistemnya sudah berjalan baik. Nanti juga akan diterapkan di sana (Jakarta)," kata Jokowi saat ditemui Tribun Jogja di Balai Kota Solo, Kamis (05/04/2012).

Tidak hanya kalangan tidak mampu saja yang memegang kartu PKMS, melainkan semua warga kota yang belum mempunyai jaminan kesehatan apapun, boleh memilikinya. Karena itulah, PKMS dibagi menjadi dua kelas yakni Gold dan Silver. Warga yang benar-benar miskin berhak memiliki PKMS Gold dan segala biaya kesehatannya ditanggung oleh pemerintah.

Dirinya mengaku tidak akan membiarkan ada warga yang membutuhkan layanan kesehatan terlantar di Jakarta jika dirinya memimpin ibukota nantinya, termasuk warga pendatang yang tidak memiliki KTP Jakarya. "Nggak punya KTP Jakarta, sakit di Jakarta, apa ya dibiarkan saja?" katanya. Karena itulah, selain melindungi warga yang memiliki KTP Jakarta dengan program perlindungan kesehatan, dirinya juga memandang perlu dianggarkan dana kasuistis untuk menutup biaya kesehatan warga miskin pendatang jika diperlukan.

Berdasarkan perkiraan perhitungannya dana kesehatan yang dianggarkan di APBD DKI Jakarta lebih dari cukup untuk menjalankan program serupa PKMS di Jakarta. Dana APBD DKI Jakarta untuk kesehatan sebesar Rp 560 miliar dinilai mampu menutup kebutuhan dana warga Jakarta yang jumlahnya sekitar 20 kali lipat dari jumlah warga di Kota Solo. "Solo dananya Rp 19 miliar bisa jalan. Kalikan 20 dengan asumsi jumlah warga berarti butuh sekitar Rp 380 miliar. Dengan Rp 560 miliar yo beres," urainya.

Jokowi menekankan bahwa program tersebut dapat berjalan baik karena dijalankan dengan sistem yang terbangun dengan baik. Dengan sistem yang terstruktur tersebut dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinye penyelewengan anggaran. "Modelnya nanti akan sama dengan yang dijalankan di Solo. Pakai model kartu juga, ada Gold ada Siver," kata Jokowi.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved