Selasa, 23 Desember 2014
Tribun Jakarta

Hidayat Setuju Dana Kampanye Pilkada DKI Dibatasi

Jumat, 6 April 2012 19:10 WIB

Hidayat Setuju Dana Kampanye Pilkada DKI Dibatasi
Ferdinand Waskita/Tribunnews.com
Banjir melanda di Kediaman Hidayat Nur Wahid

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid khawatir aksi-aksi politik uang akan terjadi pada pemilihan gubernur DKI Jakarta yang akan digelar tidak lama lagi.

Saat ditemui usai diskusi "Reaktualisasi Peran Masjid Sebagai Pusat Peradaban Islam," di Universitas Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (06/04/2012), ia berharap dana kampanye harus dibatasi untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Ini kan bertarung di jakarta dana unlimited, saya sepakat perlu ada pembatasan anggaran kampanye," katanya.

Tak hanya itu, penegakan hukum juga harus diperkuat, agar siapapun yang tertangkap basah menerima uang haram untuk bantuan kampanye, dapat menerima ganjaran setimpal.

"Soalnya kan biasanya yang memberi saja yang dihukum, yang menerima tidak," tambahnya.

Padahal, menurut Hidayat bisa saja sang kandidat pemilihan melakukan semacam pemerasan, terhadap sejumlah pihak yang memang berkepentingan.

"Bisa saja dia bilang si anu sudah ngasih semen, si anu sudah ngasih pasir, lalu kamu mau kasih apa," tuturnya.

Menurutnya, pemilu yang tidak demokratis akan menghasilkan pemimpin yang tidak baik. Dalam konteks pemilihan gubernur DKI Jakarta, Hidayat menuturkan jika di Jakarta saja demokrasi tidak bisa dijaga, sudah pasti keadaan di daerah akan jauh lebih buruk.

"Jakarta itu kan barometer, ibukota negara, kita harus bisa menciptakan demokrasi yang baik," pungkasnya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas