• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribun Jakarta

Ahok: LSI Posisikan Foke Tokoh Antagonis

Senin, 9 April 2012 16:11 WIB
Ahok: LSI Posisikan Foke Tokoh Antagonis
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PDIP, Basuki T Purnama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku bersyukur dengan hasil survey Lingkaran Survey Indonesia yang menempatkan pasangan Joko Widodo dan Ahok di urutan kedua, setelah pasangan Fauzi Bowo atau Foke dan Nachrawi Ramli di urutan pertama.

"Dulu kami peringkat empat sekarang peringkat kedua. Belum ditetapkan jadi calon saja sudah naik pangkat dari juara empat ke juara dua," ujar Ahok usai menjali tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012).

Menurut Ahok, meski jaraknya cukup jauh dari Foke, itu sudah pasti. Namun, masyarakat akan cerdas menilai keputusan final karena ke depan bakal banyak lembaga survey lain yang melakukan survey. Sehingga mereka akan melihat mana lembaga survey yang baik secara metodologi atau tidak.

"Dan saya rasa (keputusannya) masih panjang kok. Kalau sudah ditetapkan bisa ketahuan," ungkap bekas Bupati Belitung Timur itu yang mengikuti pemeriksaan tetap mengenakan kemeja panjang khasnya yakni kotak-kotak.

Sementara dengan ditetapkannya Foke pada posisi di atas, lanjut Ahok, LSI sudah menempatkannya sebagai tokoh antagonis. Sehingga akan membuat semua orang yang tidak suka dengan Foke merapatkan barisan. Posisi ini bagi Ahok sangat menguntungkan dirinya yang berpasangan dengan Jokowi.

"Masyarakat jadi berpikir, kalau dia tidak mau memilih Foke, lebih baik suara mereka lari ke Jokowi-Ahok. Ini menguntungkan bukan," tandasnya seraya menambahkan bahwa pihaknya akan tetap memonitor pergerakan survey lembaga survey. Soal ini, diakui Ahok bahwa pasangannya masih belum dikenal.

Dengan hasil ini, Jokowi-Ahok akan menyiapkan mesin-mesin partai agar bekerja sampai bawah sehingga masyarakat tahu siapa Jokowi-Ahok. Prinsipnya, lebih baik belum dikenal orang dan mereka memilih kita daripada dikenal tapi mereka tak memilih kita. Makanya Jokowi-Ahok lebih menjual rekam jejak bukan visi-misi yang semua calon sama.

"Jadi masyarakat DKI sudah cerdas. Jadi tidak muluk-muluk soal visi dan misi. Karena semua calon pasti sama. Jadi yang penting rekam jejak. Persoalannya anda siap jadi pelayan atau tidak. Jadi apakah anda siap menderita dengan masyarakat atau tidak," tegas pria berkacamata itu. 

Penulis: Yogi Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
427071 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas