• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribun Jakarta

Keluarga tak Terima Joshua Dijadikan Tersangka

Sabtu, 14 April 2012 22:14 WIB
Keluarga tak Terima Joshua Dijadikan Tersangka
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto,

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Bessy Raja Ga, paman Joshua tak terima keponakannya dijadikan tersangka oleh Polres Jakarta Utara. Bessy menegaskan, penetapan tersangka terhadap Joshua yang masih mahasiswa semester enam ini,  telalu prematur.

Ditemui wartawan di kediamannya di daerah Rawa Badak, Jakarta Utara Bessy mengungkap, saat pengambilan Berita Acara (BAP) Joshua di Polres Jakarta Utara, keluarga maupun pengacara tidak ada yang mendampinginya.

"Saat itu Joshua di BAP di ruang Kasat secara tertutup. Entah, percakapan apa saat dalam ruang itu. Kemudian, keluar satu bentuk pernyataan tertulis bahwa anak saya sebagai pelaku. Tidak tahu apakah yang tertulis berasal dari perkataan orang lain, pernyataan khusus dari hati dia, atau ada tekanan," Bessy mengeluh.

Polisi, lanjut Bessy, tidak membawa barang bukti apapun dari kediaman Joshua, pada saat keponakannya tersebut dijemput delapan orang polisi di kediamannya pada Senin (9/4/2012) malam. "Tidak ada barang bukti yang di bawa dari rumah saat itu," ujarnya.

Keterangan dari polisi sebelumnya, saat penangkapan Joshua juga ditemukan sejumlah barang bukti berupa satu pecahan batu bata berlumur darah, pecahan kaca helm bercak darah, sebilah sangkur, tiga buah pecahan batu dan balok.

Ia mengaku heran, kalau Joshua pelaku utamanya, tentu polisi dengan mudah menangkap tersangka lainnya. "Ini menunjukan, institusi Polri ingin menyelesaikan masalah dengan sesingkat-singkatnya," ungkapnya.

Bessy menjelaskan, pihak keluarga kini sudah melayangkan permohonan penangguhan penahanan dengan alasan bahwa Joshua masih kuliah. "Kita sudah melayangkannya kepada Polisi pada Rabu (11/4/2012)," ujarnya.

Selain itu, keluarga Joshua, imbuh Bessy lagi, juga sudah mengadukan hal tersebut kepada Komnas HAM. Dengan alasan, penangkapan dan penetapan tersangka terhadap Joshua telah menyalahi prosedur. "Kita sudah melapor ke Komnas HAM kemarin, Jumat (13/4/2012) kemarin," jelasnya.

Sebelumnya, Joshua disangkakan melanggar pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. Dengan sangkaan itu, Joshua yang juga aktif dalam paduan suara gereja ini, terancam hukuman 10 tahun penjara.

Seperti diketahui, 31 Maret 2011 telah terjadi penganiayaan terhadap staf khusus Panglima Armada RI kawasan barat (Armabar), Kelasi Arifin Siri di Jalan Benyamin Sueb Pademangan Timur, Jakarta Utara. Arifin tewas setelah dikeroyok sejumlah orang yang diduga kuat merupakan geng motor.

Pasca tewasnya Arifin, pada 7 April 2012 di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara, puluhan pria bersepeda motor menyerang kelompok orang di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Akibatnya satu orang tewas dan dua orang mengalami luka berat akibat benda tajam.

Kemudian, kejadian penyerangan serupa berlanjut pada 8 April 2012 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa ini, empat orang mengalami luka bacok setelah diserang kelompok orang bersepeda motor. Para penyerang, menandai mukanya dengan mencoreng pipinya dengan cat warna putih.

Dari dua peristiwa, setelah tewasnya Arifin, Polisi menyimpulkan sementara, penyerangan tersebut memiliki keterkaitan dan diduga kuat sebagai bentuk balas dendam. "Kita patut duga itu terkait," kata Kepala Bidang Humas Polda metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada Wartawan, Sabtu (14/4/2012).

Meskipun, Polisi sudah menetapkan Joshua sebagai tersangka, penyerangan berlanjut. Ratusan pria dengan menggunakan sepeda motor melakukan aksi brutal pada Jumat (13/4/2012) dini hari. Akibatnya beberapa orang terluka. Selain itu, ada dua anggota TNI yang ditembak orang tak dikenal pada saat geng motor beraksi di Jalan Pramuka.

Namun, hingga saat ini Polisi belum bisa memastikan apakah pelaku geng motor tersebut anggota TNI atau bukan. "Itu masih didalami. Tim kita dilapangan masih terus melakukan penyelidikan," ungkap Rikwanto.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
442412 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas