• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Jakarta

Polisi Dalami Adanya Oknum TNI dalam Geng Motor

Sabtu, 14 April 2012 15:42 WIB
Polisi Dalami Adanya Oknum TNI dalam Geng Motor
tribunnews
Nahrowi (17), warga Koja, Tanjungpriok, korban penusukan geng bermotor.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok orang dengan menggunakan sepeda motor yang meresahkan masyarakat Jakarta belakangan ini disinyali polisi memiliki hubungan dengan dengan tewasnya Kelasi (KLS) Arifin.

KLS Arifin staf khusus Panglima Armada RI kawasan barat (Armabar), ia tewas setelah dikeroyok sekelompok orang bemotor di di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara pada Sabtu (31/3/2012) malam.

Belum terungkap siapa pelakunya kemudian pada 7 April 2012 di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara, puluhan pria bersepeda motor menyerang kelompok orang di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Akibatnya satu orang tewas dan dua orang mengalami luka berat akibat benda tajam.

Kemudian kejadian penyerangan serupa berlanjut pada 8 April 2012 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa ini, empat orang mengalami luka bacok setelah diserang kelompok orang bersepeda motor. Para penyerang tersebut memiliki menandai mukanya dengan mencoreng pipinya dengan cat warna putih.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kemungkinan besar rentetan kejadian tersebut berhubungan. “Kita patut duga itu terkait,” kata Rikwanto kepada Wartawan, Sabtu (14/4/2012).

Kemudian kembali lagi terjadi aksi brutal geng motor pada Jumat (13/4/2012) di beberpa tempat yang mengakibatkan beberapa orang terluka akibat serangan geng motor ke sejumlah tempat yang menjadi targetnya. Selain itu, ada dua anggota TNI yang ditembak orang tak dikenal pada saat geng motor beraksi di Jalan Pramuka.

Namun, hingga saat ini polisi belum bisa memastikan apakah pelaku geng motor tersebut anggota TNI atau bukan. “Itu masih didalami. Tim kita dilapangan masih terus melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Kini polisi dibantu aparat gabungan Polisi Militer TNI AL dan Garnisum melakukan patroli yang dimula Jumat malam (13/4/2012). 250 aparat diturunkan dalam patroli untuk mengamankan Jakarta dari geng motor brutal tersebut.

Aparat gabungan tersebut dibagi dua kelompok, ada yang berpatroli di daerah Jakarta Utara dan ada juga yang berada di daerah Jakarta Pusat. Namun hasilnya mmasih nihil.

Menurut Rikwanto bila benar ada oknum anggota TNI yang terlibat dalam penyerangan tersebut, POMAL sudah siap untuk memprosesnya.

“Mereka (Pomal) kooperatif, mereka akan menindak bila ada anggotanya yang bersalah,” katanya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas