Jumat, 28 November 2014
Tribun Jakarta

Polisi Kesulitan, Joshua Tak Kooperatif

Sabtu, 14 April 2012 12:45 WIB

Polisi Kesulitan, Joshua Tak Kooperatif
Tribun Jabar/Dicky Fadiar Djuhud
Ujang dan Ari, tersangka penjambretan ponsel digelandang ke Mapolrestabes Bandung, Selasa (21/6). BANDUNG, TRIBUN - Ujang Raju (21), warga Holis dan Ari Suneo (18), warga Caringin nekat menjambret ponsel milik Susi (30), bukan nama sebenarnya di kawasan Jalan Wastukencana, Bandung. Kedua pelaku mengaku anggota geng motor. Motor matic merah bernopol D 6943 HU digunakan Ujang dan Ari serta satu buah ponsel diamankan di Mapolrestabes Bandung. Mereka tertangkap dalam operasi Libas 2011 yang tengah digalakan jajaran Polrestabes Bandung. Butuh buat nambah cicilan motor. Ya, belum sempat dijual. Lagi tarik-tarikan hape, cewek itu teriak jambret. Orang-orang datang. Ya, sempat digebukin. Dia (Ari) sih sempat kabur, kata Ujang saat dimintai keterangan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (21/6/2011).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Joshua Raynaldo Radja (21) pemuda yang ditangkap polisi lantaran dianggap terlibat dalam pengeroyokan Kelasi (KLS) Arifin dinilai tidak kooperatif.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara kepolisian Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi wartawan melalu telepon selulernyan Sabtu (14/4/2012).

"Kesulitan mengungkap kasus ini karena Joshua tidak kooperatif, makanya kita masih mencari bukti-bukti lain," ungkap Rikwanto.

Jelas Rikwanto, dalam mencari jejak pelaku orang yang membunuh KLS Arifin tersebut, Polisi Militer Angkatan Laut pun turun membantu kepolisian.

"Pomal ikut bantu cari keterangan-keterangan," ujarnya.

Seperti diketahui Kelasi (KLS) Arifin, anggota TNI AL tewas dikeroyok geng motor di kawasan Pademangan, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Arifin yang diketahui bertugas sebagai staf khusus Panglima Armada RI kawasan barat (Armabar) tersebut pada malam kejadian dihajar habis-habisan sampai akhirnya tewas dengan luka bacok di bagian punggung.

Tidak lama setelah itu, polisi meringkus Joshua (21) Senin (9/4/2012) lalu dan kini bersama POM AL masih melakukan pengejaran ke pelaku-pelaku lainnya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas