• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Dana Kampanye Besar Patut Dipertanyakan

Selasa, 17 April 2012 16:28 WIB
Dana Kampanye Besar Patut Dipertanyakan
Pemilihan DKI 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti dari Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk menganggap bahwa dana kampanye besar justru patut dipertanyakan dari mana sumbernya.

"Saya anggap aneh kalau ada calon yang memiliki dana kampanye yang besar," ujar Hamdi Muluk dalam dialog Riset Bakal Cagub DKI Jakarta 2012: Publik Versus Tokoh yang digelar di Wisma Kodel, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2012).

Hamdi Muluk, yang juga berprofesi sebagai Guru Besar Psikologi UI ini mengatakan, sangat aneh juga jika seorang calon membangga-banggakan dana kampanyenya yang besar itu.

Menurutnya, dana tersebut bisa saja dari oknum cukong yang menyumbang dengan imbalan, misalnya ketika terpilih nanti wajib mengesahkan proyek-proyek yang diajukan oknum cukong tersebut.

"Karena mereka belum tentu membuka transparansi dana kampanye itu ke publik. semakin calon mendeklare semakin besar dana kampanye, maka semakin besar kecurigaan yang pantas diarahkan," tandas Hamdi.

Sedangkan, Hamdi melanjutkan, dirinya lebih memilih bakal calon yang tidak pernah menggembar-gemborkan dana kampanye yang besar. "Seperti menggalang dana menjual baju atau lainnya ke publik, itu cerdas menurut saya," tandas Hamdi.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
449932 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Grandong-Selasa, 17 April 2012 Laporkan
    Awasi dan waspadai penggunaan dana APBD DKI Jakarta dipakai untuk biaya kampanye dan serangan fajar.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas