Senin, 24 November 2014
Tribun Jakarta

Warga Jakarta Perlu Mengantisipasi Gempa Selat Sunda

Selasa, 17 April 2012 11:21 WIB

Warga Jakarta Perlu Mengantisipasi Gempa Selat Sunda
TRIBUNNEWS.COM/RACHMAT HIDAYAT
Andi Arief

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf khusus Presiden bidang bantuan sosial dan bencana alam, Andi Arief menyatakan warga Jakarta perlu mengantisipasi ancaman gempa yang terjadi di Selat Sunda. Pasalnya kalau tidak, maka hal ini malah dapat menjadi ancaman bagi warga Jakarta ke depan.

"Selat Sunda bukan lagi wacana, tapi bukti apa yang terjadi kemarin 6 SR, itu menjadi segmen cukup aktif yang harus diantisipasi," Andi Arief menegaskan pada pembukaan diskusi 'mitigasi gempa dan langkah-langkah evakuasi di gedung bertingkat, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Ditegaskan, ancaman tersebut tidak hanya bagi warga Jakarta saja, bahkan kedepan ancaman yang sama juga akan dihadapi warga yang berada disepanjang pantai selatan. Sebagaimana diprediksi bisa mengenai dari Jawa, Bali, Sumba hingga bagian Indonesia timur.

Namun, guna mengantisipasi ancaman gempa tersebut, hunian bersistem apartemen yang kini menjadi tren tersendiri bagi sebagian warga DKI Jakarta,  harus dibangun atas pertimbangan keselamatan dan kekuatan gedung, salahsatunya dari ancaman bahaya gempa bumi.

"Lokasi bangunan harus berada pada peta aman dari resiko, atau bangunan yang jauh dari daerah rawan bencana," ujar Deputi Kesiapsiagaan & Pencegahan BNPB, Sugeng Triutomo menambahkan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, struktur bangunan apartemen atau gedung bertingkat harus sesuai syarat sebagai bangunan tahan gempa yang direkomendasikan pemerintah.

Pun demikian perlu adanya tempat evakuasi untuk bangunan yang berada di tengah padat penduduk, dan adanya tangga darurat diluar sisi gedung.

Sugeng juga menghimbau kepada penghuni apartemen atau gedung bertingkat agar tetap tenang selama gempa berlangsung, dan berusaha mencari tempat perlindungan disekitar ruangan.

"Kalau anda berada di lantai 30 misalnya, Jangan keluar dan jangan gunakan lift, anda bisa keluar jika gempa sudah selesai," terangnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas