Senin, 24 November 2014
Tribun Jakarta

Sebut Baju Koko Gaya Basi, Jokowi-Ahok Didesak Minta Maaf

Kamis, 19 April 2012 18:10 WIB

Sebut Baju Koko Gaya Basi, Jokowi-Ahok Didesak Minta Maaf
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki T Purnama, mengikuti tes medis di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/4/2012). Hari ini para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menjalani tes medis sebagai syarat wajib untuk maju dalam pemilihan kepala daerah. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) H Tatang Hidayat meminta kandidat calon pasangan gubernur DKI  Joko Widodo (Jokowi)- Basuki Tjahja Purnama (Ahok) meminta maaf.  Keduanya diminta mengklarifikasi pernyataan bahwa baju koko plus kopiah yang digunakan kandidat lainnya adalah dalam rangka kandidat tersebut mencari simpati publik, agar terkesan religius dan taat beragama.
Dia menegaskan pernyataan Jokowi-Ahok tersebut menciderai budaya Indonesia, hal itu juga tidak patut diucapkan seorang calon gubernur.
”Seolah-olah dia tidak tahu baju koko itu sudah menjadi kearifan lokal budaya Betawi, dan sudah sejak lama menjadi sebuah identitas nasional seperti halnya baju adat istiadat daerah lain," kata Tatang dalam rilisnya kepada Tribun, Jakarta, Kamis (19/4/2012).

Tatang mengatakan, Jokowi adalah pejabat di daerah serta sedang mencalonkan diri dalam pilgub DKI, seharusnya menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, yang tercermin dengan cara saling menghormati perbedaan keragaman budaya di Indonesia.

"Jakarta ini miniatur segala suku di Indonesia jadi mereka (Jokowi-Ahok) tidak bisa seenaknya tidak menghargai budaya yang ada terutama budaya lokal,"  jelas Tatang.

Lebih lanjut Tatang mengatakan pemimpin yang baik seharusnya tidak sembarangan dalam mengucapkan sesuatu apalagi hal itu bisa menciderai budaya kelompok atau etnis tertentu.

"Mereka harusnya banyak instropeksi diri sebelum mengucapkan sesuatu. Kan ada istilah mulutmu harimaumu dan apalagi diagama manapun juga diajarkan sebagai pemimpin yang baik tidak asal bicara yang bisa menimbulkan keresahan warganya,"lanjut tatang.

Seperti diketahui dalam kunjungannya ke salah satu media di Jakarta, pasangan Jokowi-Ahok menyebutkan penggunaan baju koko dan peci itu merupakan pencitraan gaya lama, basi dan membosankan.

“Ya bosanlah. Semua yang maju ke pilkada selalu pakai baju koko dan kopiah, biar kelihatan religius ” kata Jokowi.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas