• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Jakarta

KPU DKI Larang Pawai Kendaraan

Senin, 23 April 2012 06:45 WIB
KPU DKI Larang Pawai Kendaraan
Tribun Jakarta/Eri Komar Sinaga
Gedung KPU DKI Jakarta di Jl Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat, Rabu, (4/4/2012). KPU DKI Jakarta siap menerima Pasangan Independen Cagub dan Cawagub Faisal Basri, Biem Benjamin, dan Hendardji Supandji, Achmad Riza akan melengkapi kekurangan berkasnya, besok, Kamis (5/4/2012). (Tribun Jakarta/Eri Komar Sinaga)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kampanye Pemilukada DKI Jakarta tak lagi ada konvoi kendaraan. Sebabnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta melarang peserta menggelar pawai kendaraan saat masa kampanye tiba.

"Arak-arakan dan pawai dengan ribuan massa secara etika tidak boleh," kata Ketua KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar ketika ditemui di kantornya.

Dahlia mengatakan dalam masa kampanye, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur difokuskan pada pertemuan dengan simpatisan serta pemasangan alat peraga. Ia mengatakan pihaknya hanya memperbolehkan simpatisan berjalan bersama-sama menuju lokasi kampanye.

"Tapi sebisa mungkin tidak ada kemacetan dan jangan memperlambat kendaraan sehingga memacetkan jalan," ujarnya.

Dahlia menjelaskan, dalam masa kampanye nanti bisa saja dalam satu hari hanya satu pasang calon yang berkampanye. Namun, bisa pula dua pasang. Yang terpenting, kata Dahlia, lokasi kampanye tersebut tidak berdekatan untuk menghindari bentrok antar pendukung.

Polda Metro Jaya, lanjut Dahlia, yang bertanggungjawab atas keamanan masa kampanye pun sudah menyatakan kesiapannya menjaga rasa aman warga.

"Kepolisian sudah menyanggupi, dan berjaga untuk menghindari bentrok. Lokasi kampanye juga dibuat berjauhan sehingga KPU juga dapat memobilisasi pendukung," tukasnya.

KPU DKI Jakarta juga akan menggelar debat calon gubernur dan wakil gubernur DKI saat masa kampanye. Debat itu harus dimanfaatkan oleh semua pasangan untuk menarik perhatian warga ibukota.

"Semua pasangan calon harus mengusahakan secara maksimal di momen debat itu untuk menarik perhatian publik," paparnya.

Dahlia mengemukakan, debat ditujukan untuk mengetahui visi dan misi kandidat. Mereka pun akan menjawab pertanyaan dari panelis yang dihadirkan KPU DKI Jakarta serta disiarkan secara langsung untuk menghindari anggapan adanya rekayasa.

"Debat itu persyaratannya semua pasangan harus ikut. Panelisnya harus KPU DKI yang menentukan supaya dia tidak dipengaruhi oleh pasangan calon manapun," imbuh Dahlia.

Debat akan digelar pada hari-hari terakhir masa kampanye yang dimulai 24 Juni-7Juli 2012. Panelis tersebut merupakan ahli dibidangnya dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi Jakarta. (Ferdinand Waskita)

*Silakan baca edisi selengkapnya dengan mengklik Tribun Jakarta Digital Newspaper

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
465232 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas