• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jakarta

10 Mantan Pangdam, Juru Kampanye Hendardji

Selasa, 24 April 2012 05:40 WIB
10 Mantan Pangdam, Juru Kampanye Hendardji
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Hendardji Supandji (tiga kanan) dan Ahmad Riza Patria (dua kanan), tiba di kantor KPUD DKI Jakarta, Minggu (8/4/2012). Kedatangan pasangan terebut ingin menyerahkan dukungan KTP tahap dua sebagai syarat pencalonan. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sentimen angkatan dimanfaatkan betul oleh calon gubernur Jakarta Hendardji Soepandji. Bekas Komandan Pusat Polisi Militer TNI yang menghabiskan karir selama 36 tahun di Angkatan Darat mengaku memiliki kedekatan dengan purnawirawan. Hasilnya, secara pribadi sepuluh mantan Pangdam menyatakan dukungan terhadap pencalonan Hendardji.

Bukan saja dukungan yang mereka gelorakan, namun juga sumbangsih tenaga akan mereka kerahkan kala kampanye tiba. Disebut-sebut, mereka bakal menjadi juru kampanye untuk Hendardji yang berpasangan dengan Ahmad Riza Patria.

"Beberapa mantan Pangdam bersedia menjadi juru kampanye. Ada sekitar 10 orang. Itu mantan ya, bukan Pangdam," ucap Hendardji usai silaturahmi dengan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat di Jalan Matraman Raya No 114 Jakarta Pusat, Senin (23/4/2012) kemarin. Hendardji berkunjung ke PPAD bersama wakilnya Ahmad Riza Patria. Bersama Hendardji, datang Wakil Ketua Tim Sukses Mayjen TNI (Purn) I Gusti Kompyang Manila dan tim humas.

Hendardji diterima Ketua PPAD Letjen TNI (Purn) Soerjadi dan Dewan Kehormatan PPAD Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, Mayjen TNI (Purn) Suhardi, Mayjen TNI (Purn) TB Wirawan, Mayjen TNI (Purn) A. Ghani, Brigjen TNI (Purn) Sukomantoro, Brigjen TNI (Purn) Syamsi Z, Brigjen TNI (Purn) Hadisudarminto.

Suami dari Ratna Rosita itu mengaku tidak kesulitan mengorganisir teman-temannya sesama purnawirawan. Mengingat selama 36 tahun di militer, Hendardji sudah dekat dengan mereka. Ibaratnya, enggak usah diminta, otomatis sudah menjadi bagian kebersamaan, begitu kata Hendardji.
 
Angka pasti purnawirawan yang mendukung, Hendardji mengaku tak tahu pasti. Bahkan, Hendardji tak melakukan survei khusus apakah dari 700 KTP warga pendukung ada yang datang dari keluarga Angkatan Darat. Yang terpenting, kata Hendardji, adalah bisa berbuat banyak bagi masyarakat.

Tak berhenti sampai di purnawirawan TNI, ada juga purnawirawan polisi yang siap menjadi juru kampanye Hendardji. Salah satunya adalah Irjen (Pol) Adityawarman. Bekas Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam ini ikut rombongan bersama Hendardji kala ke Kantor PPAD.

Kepada Tribun Jakarta, Adityawarman ini mengaku sudah mengenal dekat Hendardji. Ketika temannya maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jakarta, Adityawarman siap membantunya. Ia mengaku sreg dengan komitmen dan integritas Hendardji.

"Jadi itu hak warga negara. Karena kita memiliki hak politik di mana mendapat kesempatan. Pak Hendardji maju dan kita tentunya memberikan dukungan. Kita sudah kenal baik," ujar Adityawarman yang mengaku sejalan dengan ide Hendardji merubah Jakarta lebih baik.

Beberapa purnawirawan jenderal yang ikut bersama Hendardji ke PPAD adalah Mayjen TNI (Purn) Sulaeman AB yang juga mantan Danpuspom TNI, Brigjen TNI (Purn) Darmadi.

Dewan Kehormatan PPAD Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo mengaku PPAD tak mendorong anggotanya untuk memilih Hendardji. Namun secara pribadi, Agustadi sudah dekat dan mengetahui pasti pribadi Hendardji sehingga akan memberikan suara untuknya pada 11 Juli 2012 nanti.

"Saya doakan Hendardji menjadi gubernur Jakarta. Janji-janji itu dipenuhi jangan membohongi rakyat. Karena rakyat sekarang sudah pintar," ujar Agustadi yang sempat berpesan kepada Hendardji bahwa semua janji dan komitmennya untuk perubahan Jakarta harus direalisasikan.

Agustadi memberi catatan, kalau pun ada anggota PPAD yang menjadi juru kampanye Hendardji dipersilahkan. Namun tidak boleh membawa institusi. "Kalau ada teman yang mau tidak masalah, mereka kan sipil. Karena itu hak politik, dan itu harus dihormati," imbuhnya.  (Yogi Gustaman)

*Silakan baca edisi selengkapnya dengan mengklik Tribun Jakarta Digital Newspaper

Penulis: Y Gustaman
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jakarta
1 KOMENTAR
468581 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Grandong-Selasa, 24 April 2012 Laporkan
    Itu 'kan cuma di mulut saja, demi menghormati mantan atasan.
    Kalau sudah saatnya pencoblosan, mereka pasti memilih JOKOWI !!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas