• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Jakarta

Foke: Kartu Inafis Tidak Praktis

Selasa, 24 April 2012 07:54 WIB
Foke: Kartu Inafis Tidak Praktis
Danang Setiaji/Tribunnews.com
Fauzi Bowo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemprov DKI menilai tindakan Polri yang menerbitkan Indonesia Automatic Fingerprints Identification (Inafis) Card atau kartu Inafis tidak praktis. Pemprov DKI menilai data seseorang melalui sidik jari sudah ada dalam e-KTP.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan seharusnya pemerintah mampu membuat satu kartu dengan satu sistem yang mampu memuat seluruh data seseorang mulai dari data pribadi, pajak, hingga status orang tersebut dalam penegakan hukum.

"Seharusnya Indonesia melihat negara maju yang memberlakukan satu kartu dengan satu sistem untuk berbagai keperluan hidupnya. Di negara maju, warganya tidak banyak bawa kartu. Masa warga bawa kartu segepok, itu tidak praktis," ujar Foke, Senin (23/4/2012) di Balai Kota.

Dikatakannya, memang bisa saja tercipta sub-sub sistem pada kartu itu sendiri. Namun semua sub sistem itu dapat terintegrasi dalam satu sistem yang ada pada kartu. Menurutnya pemberlakuan Single Identity Number (SIN) atau  nomor identitas tunggal untuk seluruh warga Indonesia sudah merupakan kemajuan.

Dari sistem tersebut, kata Foke, dapat dikembangkan lebih lanjut ke sub sistem. Seperti sub sistem pajak, jaminan sosial, jaminan kesehatan masyarakat, pendidikan, nomor siswa, termasuk nomor registrasi kendaraan. "Jadi cuma satu sistem yaitu SIN yang dituangkan dalam satu kartu," imbuhnya.

Seperti yang diketahui, Polri meluncurkan kartu Inafis untuk memudahkan masyarakat yang memerlukan kemudahan kepengurusan administrasi. Dalam sistem kartu tersebut juga dimuat dokumen-dokumen lain pemilik kartu. Dari setiap pembuatan kartu tersebut, Polri menarik biaya sebesar Rp 35 ribu sebagai ganti administrasi kartu yang menyerupai chip kartu telepon seluler.

Polri sendiri menjamin fungsi Inafis Card tidak akan tumpang tindih dengan program e-KTP yang dicanangkan Kementerian Dalam Negeri. Alasannya, Inafis Card tidak hanya menampilkan identitas seseorang tapi juga menganalisa data si pemilik kartu. Nantinya Inafis Card digunakan untuk membandingkan dalam rangka identifikasi scientific.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
468791 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas