• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribun Jakarta

Budaya Betawi Tidak Akan Punah

Jumat, 27 April 2012 05:00 WIB
Budaya Betawi Tidak Akan Punah
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ribuan orang mengikuti pawai kesenian Betawi dan jalan sehat dari Monas hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/6/2011). Berbagai kesenian Betawi seperti lenong, ondel-ondel, tanjidor, dan arak-arakan penganten sunat menghibur warga untuk menyambut HUT DKI Jakarta ke-484 pada 22 Juni mendatang. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Antropolog Universitas Indonesia dan Pakar Kebudayaan Betawi Prof Dr Yasmine Z Shahab mengatakan, kebudayaan Betawi tidak akan punah karena saat ini orang Betawi sudah sangat sadar akan identitasnya.

"Budaya Betawi tidak akan hilang tapi yang pasti berubah, muncul dengan wajah baru tapi tidak menghilangkan yang asli," kata Prof Yasmine pada Bincang-bincang "Betawi Punya Gaye, Inspirasi Warisan Budaya Jakarta Asli" di Jakarta, Rabu.

Ia memberikan contoh sederhana, seperti Lenong yang merupakan kesenian Betawi  saat ini muncul dengan wajah baru, tapi yang asli tetap ada.

Meskipun berubah, lenong tetap ada dan orang pasti akan menggali lagi kesenian lenong yang asli, ujar Yasmine.

Yasmine menyebutkan, budaya Betawi sangat dinamis dan berubah lebih cepat dibandingkan kebudayaan lain karena posisinya berada di Jakarta, pusat pemerintahan dan berbaurnya berbagai suku serta budaya.

Selain orang Betawi mulai sadar dengan identitasnya, menurut Yasmine, budaya Betawi banyak yang dijadikan komoditas dan saat ini diuntungkan lagi dengan adanya politik etnik.

"Jadi tidak usah takut budaya Betawi akan hilang yang akan adalah berubah. Kalau orang Betawi khawatir berubahnya terlalu jauh, mereka harus berperan melestarikan budaya yang asli," tambah Yasmine.

Lebih lanjut Yasmine mengatakan, yang ia lihat perubahan budaya Betawi hanya di sektor publik sementara di privat mereka masih mempertahankan budaya Betawi asli. "Di sektor privat, misalnya kita masuk ke keluarga  Betawi, mereka masih mempertahankan budaya asli," tambah dia.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
478821 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas