Minggu, 23 November 2014
Tribun Jakarta

Sekarang Syaiful Tidak Lagi Bawa HP ke Sekolah

Selasa, 1 Mei 2012 18:11 WIB

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Pertengahan Februari lalu, cuma gara-gara Handphone nyawa siswa kelas VI SD, Syaiful Munif (13), hampir melayang setelah dihujam berkali-kali tusukan pisau oleh teman sekelasnya, AMN (13).

Handphone milik Syaiful yang penuh gambar tempel itu dicuri AMN, dan hal tersebut pun diketahui sang empunya Handphone, yang kemudian tak henti-hentinya meminta pertanggungjawaban dari sang pencuri. Karena panik dan ketakutan, AMN pun membantai temannya itu dengan sebilah pisau dapur.

Sukino (47), ayahanda Syaiful, saat ditemui di Pengadilan Negri Depok, usai menghadiri sidang putusan AMN, Selasa (01/05/2012), mengatakan bahwa ia sudah kembali membelikan handphone kepada putra bungsunya itu.

Karena kasihan dan tidak tega, walaupun ia sadar benda elektronik yang namanya handphone itu sempat hampir merenggut nyawa anaknya, toh ia pun akhirnye kembali membelikan benda tersebut untuk Syaiful, setelah handphone merek polytron seharga beberapa ratus ribu rupiah miliknya dicuri AMN.

"Tapi sekarang handphone itu tidak dibawa sekolah, cuma untuk dengar lagu saja sebelum tidur" katanya.

Nurmuidah (37), ibunda Syaiful pada kesempatan yang sama mengatakan hal itu bukanlah anjuran dari orangtuanya, melainkan kesadaran Syaiful sendiri, untuk tidak membawa benda tersebut.

"Handphone itu seharian ada di rumah, kalau Syaiful mau tidur, baru digunakan untuk mendengar lagu," tutur Nurmuidah.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas