Minggu, 23 November 2014
Tribun Jakarta

Contra Flow Dianggap Berpotensi Tingkatkan Kecelakaan

Rabu, 2 Mei 2012 21:19 WIB

Contra Flow Dianggap Berpotensi Tingkatkan Kecelakaan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Suasana pemberlakuan sistem contra flow di tol dalam kota ruas Semanggi-Cawang, Selasa (1/5/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, meminta agar sistem contra flow yang diterapkan Polda Metro Jaya di tol dalam kota Cawang-Semanggi, dikaji kembali.

Pria yang disapa Foke menilai, contra flow membahayakan pengguna jalan. Hal senada juga diungkapkan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan mengatakan, contra flow yang diterapkan Polda Metro Jaya bersama Jasa Marga di tol dalam kota, membahayakan pengguna jalan. Tigor pun menilai kebijakan tersebut justru mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

"Selama ini, Pemprov DKI berupaya memperbaiki sistem transportasi yang ada, agar warga mau beralih menggunakan angkutan umum untuk mengurai kemacetan. Selain itu, dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2012 menyatakan, lalu-lintas menggunakan jalur kiri," ujar Tigor, Rabu (2/5/2012).

Sehingga, dengan diberlakukannya sistem contra flow, berarti melawan arus. Itu, tutur Tigor, sama saja kendaraan menyalip di tol dalam kota, sehingga potensi terjadinya kecelakaan semakin tinggi.

"Pemisahan yang hanya menggunakan traffic cone sangat membahayakan dan rentan kecelakaan. Kami harap dicari alternatif lain. Rekayasa ini tidak akan mampu mengurangi kemacetan dalam jangka waktu panjang," tuturnya. (*)

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Yaspen Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas