• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Alex Noerdin dan Jokowi Dianggap Pemimpin Gagal

Senin, 7 Mei 2012 17:38 WIB
Alex Noerdin dan Jokowi Dianggap Pemimpin Gagal
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/4/2012), seusai diperiksa terkait dugaan korupsi Wisma Atlet SEA Games XXVI di Palembang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi menolak dua pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dan Jokowi-Ahok, di Bundaran HI, Senin (7/5/2012).

Massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Muda Peduli Jakarta (GMPJ) menyebut, kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, telah gagal memimpin daerahnya masing- masing.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk yang menyebutkan Jokowi dan Alex sebagai pemimpin yang tidak amanah.

Dalam tuntutannya, mereka menolak Alex Noerdin dan Joko Widodo sebagai calon pemimpin DKI Jakarta. Karena, keduanya dianggap terlibat kasus Korupsi dan banyak melakukan kebohongan.

"Kami mau ungkap fakta kepada masyarakat Jakarta tentang kedua pemimpin tersebut, mereka bilang sukses bangun wilayahnya, tapi ternyata bohong," ujar Koordinator GMPJ Tio Utomo.

Tio memberikan contoh, Alex Noerdin yang masih tersangkut kasus Wisma Atlet.

"Alex diindikasikan dapat jatah komisi proyek dari PT Duta Graha Indah selaku kontraktor sebesar 2,5 persen, dari total proyek Rp 191,6 Miliar," papar Tio.

Selain Alex, Tio juga menyorot Jokowi, yang disebutnya sebagai kepala daerah yang tidak berhasil dalam mengelola Solo, Jawa Tengah. Menurut Tio, media terlalu melebih-lebihkan sosok Jokowi.

"Jokowi tidak sempurna seperti yang diberitakan selama ini. Pemerintah Kota Solo, sampai sekarang masih punya tunggakan listrik Rp 13 miliar," cetusnya.

Alex Noerdin dan Joko Widodo saat ini masih menjabat sebagai kepala daerah di wilayahnya masing-masing. Alex menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan sedangkan Joko Widodo masih menjabat Wali Kota Solo.

Tio membantah aksi GMPJ ini dibiayai oleh calon gubernur DKI Jakarta lainnya.

"Enggak ada, ini murni kepedulian kami sebagai warga Jakarta. Kami enggak berhak milih siapa, tidak semua calon perfect, minimal punya track record baik," tutur Tio. (*)

Berita Metropolitan Terkini

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
8 KOMENTAR
508162 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Grandong-Selasa, 8 Mei 2012 Laporkan
    HARAM HUKUMNYA memilih Cagub yang koruptor dan didukung ormas perusuh.
    Jakarta bisa semakin rusuh. Ormas anarkis semakin meraja-lela.
  • Bram Wijaya-Selasa, 8 Mei 2012 Laporkan
    hahaha... maklum duitnya buat nyalonin jadi cagub DKI, yg memakan biaya yg besar... jadi ya bisa aja aset yg di daerahnya di korbankan buat menjadi DKI 1... di DKI soalnya klo buat cari uang emang mantap benar, yg merantau aja lupa ama kp halaman..
  • Grandong-Senin, 7 Mei 2012 Laporkan
    Itu tampang anak2 FPI yang menyamar. Saya kenali salah satunya kemaren ada di Salihara ikut membubarkan acara bedah buku.
  • tot til-Senin, 7 Mei 2012 Laporkan
    kepengen Gue nih makan empek-empek palembang.yang masih gurih.siapa mau nolongin gue.by trims.
  • tot til-Senin, 7 Mei 2012 Laporkan
    wahai rakyat Jkt,pililah Gubernur yang merakyat.seperti jokowi mau menyamar jd tukang becak.siapa terpilih jd Gubernur DKi Hujan sedikit jkt berkuah Hal biasa.
    hujan deras jkt tak banjir itu baru luar biasa.
    maka pililah JOKOWI Bupati yg merakyat.s3suai :
  • bandarsuraz-Senin, 7 Mei 2012 Laporkan
    Hahaha lucu juga orang ini,ms demo untuk jokowi krna pmrinthan solo g bs byar listrik..malu maluin aj ni demo..
  • raja guk guk-Senin, 7 Mei 2012 Laporkan
    Kalo alex benar. Selama jadi bupati saja byk sekali korupsinya. Apalagi dia jadi gubernur sumsel.
  • Nael nadeak-Senin, 7 Mei 2012 Laporkan
    Udalah pak nga usah kita analisa kekurangan setiap calon dri sudut negatifnya aja biarlah masyarakat yg memilih agar situasi jakarta kondusif dri konflik pilkada...yg jelas "jangan ada benci diantara kita"!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas