• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Hendardji: Hentikan Diskriminasi Pendidikan oleh Pemerintah

Senin, 7 Mei 2012 14:03 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Hendardji Soepandji meminta agar tidak ada diskriminasi sekolah oleh pemerintah. Hal itu terkait program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

"Prinsipnya jangan ada diskriminasi perlakuan sekolah oleh pemerintah. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional adalah kebijakan pemerintah pusat," kata Hendardji di Jakarta, Senin (9/5/2012).

Hendardji, mengatakan, adanya RSBI menimbulkan kesenjangan sosial. Apalagi, RSBI diperbolehkan memungut uang sumbangan dikuatirkan melegalkan pengutan-pungutan tambahan di sekolah.

Banyaknya sekolah rusak juga menjadi perhatian calon gubernur yang menempuh jalur independen ini.
Menurut Hendardji, setidaknya terdapat 2.500 jumlah sekolah rusak di DKI. Bahkan anggota TNI melalui instruksi Pandam Jaya, diperintahkan untuk membantu renovasi gedung-gedung sekolah rusak melalui program TNI masuk Sekolah.

Mantan Danpuspom itu setuju dengan konsep pendidikan gratis selama 12 tahun. Tidak hanya SPP gratis namun bebas pungutan apapun.

"Jadi tidak ada lagi iuran-iuran tambahan yang membebani orang tua siswa, termasuk, uang pangkal, uang seragam, iuran kegiatan ekstrakurikuler dan lain-lain," ujarnya.

Hendardji juga berjanji memberikan fasilitas transportasi gratis untuk siswa dengan bus sekolah. Menurutnya, anggaran pendidikan 20% dari APBN dan 27% APBD DKI sudah cukup untuk menggratiskan pendidikan mulai SD, SMP dan SMA.

"Tapi semua sekolah harus memiliki standar kualitas yang sama. Jangan sampai yang gratis sekolahnya malah tidak mutu. Karena itu saya menawarkan konsep rasionalisasi pendidikan yakni, mengurangi jumlah siswa dalam satu kelas menjadi 1:20, karena itu jumlah sekolah harus ditambah," kata Hendardji.

Hendardji juga mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan harus meningkat serta disesuaikan dengan minat bakat anak sejak dini.

"Yang terpenting adalah kualitas pendidikan bukan masalah gratis atau tidaknya sekolah. Percuma sekolah gratis, kalau tidak berkualitas," tuturnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
507372 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas