• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Jakarta

Ada Bunker Titiek Soeharto di Posko Alex-Nono

Rabu, 9 Mei 2012 13:55 WIB
Ada Bunker Titiek Soeharto di Posko Alex-Nono
TRIBUN JAKARTA
Tribun Jakarta edisi siang, 9 Mei 2012.


Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Posko tim pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin-Nono Sampono, terletak di Jl Diponegoro No 36, Menteng, Jakarta Pusat.

Rumah bergaya zaman Belanda ini milik putri mantan Presiden Soeharto, Titiek. Ada bunker di rumah berlantai dua yang sekarang dihiasi spanduk "3 Tahun Bisa" ala Alex-Nono.

Saat Tribun Jakarta ke rumah tersebut, terlihat ramai oleh lalu-lalang orang. Lokasinya memang strategis di kawasan elite Jakarta, Menteng.

Sekilas orang memandang pasti langsung mengetahui bahwa rumah seluas lebih dari 1.500 meter persegi ini merupakan sebuah posko tim pemenangan pasangan Alex-Nono.

Tanda-tanda rumah dua lantai ini adalah posko tim Alex-Nono langsung terlihat dari spanduk besar bergambar duet yang mengusung slogan "3 Tahun Bisa" itu. Spanduk besar tersebut terpampang di depan rumah, di lantai dua. 

Sementara pada pagar jalan yang mengeliling rumah terpasang atribut partai pengusung pasangan kandidat gubernur itu, yakni Golkar, PPP dan Partai Damai Sejahtera.

Penjagaan terlihat sangat ketat. Semua orang yang ingin masuk ke rumah bercat putih diharuskan memakai tanda pengenal khusus. Caranya dengan menukarkan KTP asli untuk disimpan petugas. 

Sementara itu sebagian pengunjung lainnya yang mengenakan pin Alex-Nono sedang duduk santai di halaman rumah yang luas. Pada area parkir telihat sebuah bus bercorak gambar Alex-Nono terparkir rapi.

"Penjagaan agak ketat, karena di sini layaknya sebuah kantor. Rumah ini memang didesain buat kerja dan setiap orang yang bekerja di sini memang sudah saling mengenal," kata anggota traffic dan media relation Alex-Nono, Moehammad Soelhi kepada Tribun Jakarta.

Rumah ini memiliki keunikan berupa bunker bawah tanah berpintu ganda dari besi tebal. Dahulu pemilik pertama rumah ini membangun bunker sebagai tempat penyelamatan bila terjadi bencana. 

Saat rumah berpindah tangan kepada Titiek Soeharto, bunker itu kemudian digunakan Titiek sebagai tempat penyimpanan dokumen. 

"Ternyata saat banjir besar, airnya juga masuk ke dalam bunker, dokumen basah semua," imbuh Titiek dalam wawancara dengan Tribun Jakarta. Akhirnya, bunker itu ditutup oleh Titiek.

Alex Noerdin menjelaskan, rumah tersebut merupakan pinjaman dari Titiek Soeharto. 

"Saya berterima kasih terutama kepada Ibu Titiek yang sudah mau meminjamkan rumah ini untuk menjadi rumah 3 tahun (slogan kampanye Alex-Nono)," ucap Alex.

Berita selengkapnya di Tribun Jakarta

METROPOLITAN TERBARU
 
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Dahlan Dahi
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
514482 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas