• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 27 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Mau Menang Pilkada Jangan Gunakan Isu SARA

Rabu, 9 Mei 2012 05:17 WIB
Mau Menang Pilkada Jangan Gunakan Isu SARA
rachmat hidayat
Eva Kusuma Sundari

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Demi menghindari realitas menang jadi arang, kalah jadi abu, politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari meminta kepada semua kandidat calon kepala daerah untuk mengharamkan penciptaan konflik bermuatan SARA.

Termasuk, sikap primordialisme dalam memenangkan pilkada. Hal ini, katanya, relevan dan valid untuk pilkada DKI yang watak sosiologisnya multi kultur.

"Sungguh melegakan ketika isu putra daerah yang sempat digelindingkan untuk memanaskan pilkada DKI segera dihentikan oleh para politisi. Harapan kita,tindakan penghentian juga akan dilakukan untuk komoditisas isu primordial berkaitan perbedaan agama," kata Eva, Rabu (9/5/2012).

"Dampaknya, lebih merusak. Mengingat sentimen soal ini gagal diselesaikan oleh masyarakat yang tidak serius memajukan prinsip-prinsip HAM," Eva menegaskan.

Dijelaskan, ada perasaan getir atas sinyalemen konflik berlatar belakang agama mulai marak diciptakan di Jawa Tengah. Yang tampaknya, berkaitan dengan pilkada DKI.

Serangan beruntun ormas-ormas intoleran di Solo, Yogya, kemungkinan akan dilanjutkan ke Klaten, Gunung Kidul, dan Karanganyar. Karena tempat-tempat tersebut, imbuh Eva, mempunyai situs goa ziarah kelompok Katolik.

"Sudah puluhan tahun situs terjaga, umat bisa menjalankan keyakinannya tanpa gangguan karena penduduk sekitar tidak dirugikan, mempermasalahkannya. Dari modus serangan terhadap situs Goa Maria di Yogyakarta, maka gangguan dapat dipastikan dikarenakan kiriman laskar dari luar Yogya," Eva meyakini.

Yang memprihatinkan lagi, Eva menambahkan, skenario proyek-proyek destabilisasi dengan memperalat isu agama, akan selalu sukses sepanjang aparat keamanan (kepolisian) berkinerja lemah.

Tidak tegas, dan rentan terhadap intervensi (konspirasi) politik. Sepatutnya, katanya, kecenderungan ini segera diserukan untuk dihentikan oleh para politisi sebagaimana isu putra daerah.

"Agar kita terhindar jadi bangsa kalah karena pilkada yang tidak menjunjung kebhinekaan Indonesia," Eva menandaskan.

Penulis: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
513012 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Bw Bobob-Rabu, 9 Mei 2012 Laporkan
    kita sbgai masyarakat sudah sangat jengah kalau maelihat para bakal Calon,,,,,,yang selalu menggunakan SARA sebagai jurus yang sangat tepat untuk mencari dukungan dari masyarakat,,,walaupun seharusnya tidak perlu spt itu,,lebih baik kinerja dan bukti nyat
  • Adelia Veronika-Rabu, 9 Mei 2012 Laporkan
    pemicunya adalah banyak cagub yang berasal dari luar jakarta. menurut saya sih wajar kalau masyarakat Jakarta ingin dipimpin oleh putra daerah yang sudah tahu karakter daerahnya.
  • Ridha Permana-Rabu, 9 Mei 2012 Laporkan
    SARA emang ga usah digunakan, tapi kalo emang mau mimpin jakarta itu ya sengganya bukan orang yang masih mau coba coba tapi orang yang udah tau fakta dan lapangan jakarta itu seperti apa. Jakarta kan ga bisa disamain gitu aja sama kota kota lainnya, bung.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas