• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Gerindra Protes Baliho Jokowi Dicopot Satpol PP

Kamis, 10 Mei 2012 19:52 WIB
Gerindra Protes Baliho Jokowi Dicopot Satpol PP
TRIBUN JAKARTA/FX Ismanto
Wali Kota Solo Joko Widodo atau Jokowi bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang dijagokan dari Partai Gerinda dan PDI Perjuangan, bertemu dengan para UKM Mie, Minggu (6/5/2012) di Pemukiman Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Ditanya tentang rencana Pimprov DKI yang akan membangun enam ruas Jalan Tol dalam kota, Jokowi tidak setuju. Hal tersebut menurutnya hanya memberikan fasilitas kendaraan pribadi. (TRIBUN JAKARTA/FX Ismanto)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada Kamis (10/5/2012) siang tadi, aparat Satpol PP menertibkan baliho pasangan calon Jokowi-Ahok yang terpasang di kantor DPC Gerindra Jakarta Utara. DPD DKI Gerindra pun memprotes aksi tersebut, karena baliho dipasang di wilayah kantor DPC, dan bukan di tempat umum.

Ketua DPD DKI Gerindra, Muhammad Taufik, mengatakan kantor DPC Gerindra Jakarta Utara yang sempat dicopot balihonya terletak di Jalan Rawa Badak, kelurahan Rawa Badak Selatan, kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Mantan Ketua KPU DKI ini menganggap tindakan Satpol PP tersebut sudah arogan, sehingga pihaknya akan melayangkan surat protes ke Dinas Satpol PP DKI, Wali Kota Jakarta Utara, KPU DKI, dan instansi terkait lainnya.

"Tindakan Satpol PP ini sudah arogan. Penertiban paksa baliho ini kemudian batal setelah saya bicara langsung dengan petugas yang hendak mencopot baliho," ujar Taufik, Kamis (10/5/2012) di kantor DPD DKI Gerindra.

Taufik menuturkan ia juga sempat menanyakan alasan penertiban baliho di kantor DPC Gerindra. Petugas Satpol PP itu menjawab kalau mereka diperintah oleh pimpinan tingkat kecamatan secara lisan melalui radio panggil.

"Alasan saya bersikeras agar mereka tidak menurunkan baliho di kantor DPD sangat mendasar. Aturan mana yang melarang? Sesuatu yang melekat pada tempat seseorang tidak bisa dicopot. Ini tindakan genit aparat Satpol PP," tegasnya.

Dikatakannya, tindakan Satpol PP tadi siang sebagai contoh bentuk arogansi petugas yang tidak mengerti aturan. Akibatnya, justru terjadi kesemerawutan birokrat dan berujung tindakan semena-mena.

"Saya setuju dengan rencana Pemprov DKI yang mau menertibkan atribut parpol di sejumlah ruas jalan karena merusak keindahan kota. Tetapi atribut parpol yang terpasang di sejumlah rumah atau kantor tidak bisa dicopot. Dimana aturan yang memperbolehkan hal tersebut? Saya belum pernah tahu ada aturan tersebut," tandasnya.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak
3 KOMENTAR
519832 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Grandong-Jumat, 11 Mei 2012 Laporkan
    Satpol PP itu 'kan piaraan si Fauzi Bolot.
    Mereka melakukan itu 'kan atas perintah tuannya.
    Ini bukti kalau si Foke BANCI, cuma berani main belakang. Diajak debat tidak pernah muncul.
  • Anton Barak-Jumat, 11 Mei 2012 Laporkan
    hidup partai Gerindra
    aku mendukung mu

    Prabowo yes !!!!
  • Bram Wijaya-Jumat, 11 Mei 2012 Laporkan
    gerindra partai pelengkap di gedung MPR/DPR RI... semangatnya sih OK dukungan melempem...
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas