Selasa, 25 November 2014
Tribun Jakarta

3 Sanksi Bagi Calon yang Kampanye Terselubung

Jumat, 11 Mei 2012 18:12 WIB

3 Sanksi Bagi Calon yang Kampanye Terselubung
int
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai mengumumkan enam pasangan lolos sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI pada pemilukada DKI tahun ini, KPU DKI menegaskan agar para calon tidak melakukan kampanye terselubung selama masa tenang 40 hari.

Menurut Ketua Pokja Pencalonan KPU DKI, Jamaluddin F Hasyim, pasangan calon yang melakukan kampanye terselubung atau melanggar aturan kampanye, dapat dikenakan tiga sanksi yaitu sanksi administratif, pidana pemilu dan pidana umum.

Jamal menjelaskan pidana umum dapat dikenakan jika ada calon yang melakukan kampanye yang sifatnya menghasut, menghina NKRI, melakukan perusakan fasilitas umum, atau menghancurkan rumah ibadah dan fasilitas publik lainnya.

"Para calon juga dilarang saling menghujat pasangan lainnya. Mereka juga dilarang mencemarkan nama baik atau melakukan black campaign. Bagi calon yang melakukan itu, akan dikenakan pidana pemilu dan pidana umum. Bila kasusnya sampai diputus pengadilan, maka calon itu bisa didiskualifikasi," terang Jamal, Jumat (11/5/2012) di kantor KPU DKI.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan mensosialisasikan definisi kampanye kepada para tim sukses pasangan calon. Menurutnya ada beberapa unsur definisi kampanye, seperti tindakan mengajak untuk memilih pasangan calon ataupun memaparkan visi misi dan program kerja, baik oleh calon itu sendiri maupun tim suksesnya.

"Kami akan bikin rambu-rambu bersama agar tidak ada yang kebablasan," tandasnya.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas