• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Jakarta

Sanksi Bagi Cagub-Cawagub yang Kampanye Terselubung

Jumat, 11 Mei 2012 18:07 WIB
Sanksi Bagi Cagub-Cawagub yang Kampanye Terselubung
Tribun Jakarta/Eri Komar Sinaga
Gedung KPU DKI Jakarta di Jl Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPUD Jakarta menyatakan bahwa setelah diumumkan lolos tidaknya pasangan Cagub-Cawagub, maka mereka yang dinyatakan lolos dilarang melakukan kampanye sampai waktu yang ditentukan.

"Tentu ada sanksinya jika salah satu pasangan Cagub-Cawagub melakukan kampanye diam-diam," ujar Ketua Pokja Pencalonan KPUD Jakarta, Jamaluddin usai menetapkan Cagub-Cawagub di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2012).

Jamaluddin menerangkan, sanksi tersebut dikategorikan dalam tiga macam yaitu, Sanksi Administrasi yang sanksinya dapat berupa surat peringatan dari KPU, Penghentian kampanye di tempat dan sanksi yang berat itu penghentian kampanye di tempat.

Kemudian, lanjut Jamaluddin, selain ada sanksi administrasi, ada juga Pidana Pemilu dan Pidana Umum.

"Kalau sudah masuk pada pelanggaran Pidana Pemilu dan Pidana Umum, maka sudah masuk ke ranah pengadilan," kata Jamaluddin.

Selanjutnya, Jamaluddin mengungkapkan, mudah mengetahui para pasangan Cagub dan Cawagub melakukan kampanye yang biasanya dilakukan dengan kedok kegiatan sosial.

Jamaluddin menjelaskan, kampanye harus mengandung lima unsur dan dilakukan secara kumulatif, yakni mengajak warga memilih, memaparkan visi-misi calon, dilakukan di masa kampanye, dilakukan pasangan calon dan tim pasangan calon masing-masing.

"Jika dilakukan secara kumulatif itu baru disebut kampanye. Kalau tidak berarti bukan kampanye dan itu yang ngomong undang-undang, bukan saya," kata Jamaluddin.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
522541 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas